News Update :

Artis Jepara

Unik

Tips

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Wanita Di Sunat, Bahaya dan Perlu Kamu Tahu

Selasa, 13 Maret 2012

Berbeda dengan sunat atau khitan pada laki-laki yang jelas mendatangkan manfaat, antara lain mencegah terjadinya infeksi dan kanker, khitan perempuan sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan; yang ada justru membahayakan dan dapat berisiko kematian.

"Khitan bagi perempuan tidak ada manfaatnya sama sekali. Karena itu, fakultas kedokteran tidak ada yang mengajarkan khitan untuk wanita. Kecil atau tidaknya tindakan yang dilakukan, karena berada dalam area sensitif wanita, hal itu dinilai sangat berbahaya. Mulai dari pembedahan sampai anastesi, yang paling parah dari khitan bisa menimbulkan kematian," kata dr Artha Budi Susila Duarsa, M Kes, dari Lembaga Studi Kependudukan dan Gender Universitas YARSI di sela-sela peluncuran buku Khitan Perempuan: Dari Sudut Pandang Sosial, Budaya,Kesehatan, dan Agama, Selasa (27/7/2010) di Jakarta.

Khitan perempuan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terbagi atas empat. Tipe 1, yaitu memotong seluruh bagian klitoris (bagian mirip penis pada tubuh pria). Tipe 2, memotong sebagian klitoris. Tipe 3, menjahit atau menyempitkan mulut vagina (infibulasi) dan, tipe 4, menindik, menggores jaringan sekitar lubang vagina, atau memasukkan sesuatu ke dalam vagina agar terjadi perdarahan dengan tujuan memperkencang atau mempersempit vagina.


Meskipun pemberlakuan khitan perempuan di Indonesia hanya pada batas tipe 4, menurut dr Artha, pemotongan klitoris sendiri tidak boleh terjadi.

"Karena klitoris memainkan peran penting dalam meningkatkan kenikmatan seksual seorang perempuan. Selain itu, melalui klitoris, ekskresi kelenjar dapat terjadi di sekitar vagina," kata dr Artha.

Tidak mengubah bentuk klitoris dinilai dr Artha sangat penting karena letak klitoris yang dikelilingi oleh saraf menyebabkannya menjadi sangat peka secara seksual.

"Menghilangkan klitoris akan menurunkan kepekaan perempuan terhadap rangsangan seksual. Klitoris juga berefek pada lubrikasi vagina. Semakin banyak lubrikasi pada vagina, perempuan akan semakin siap ketika penis dimasukkan. Jika tidak ada klitoris, maka vagina akan kering dan masuknya penis akan menyebabkan rasa sakit pada vagina sehingga timbul ketakutan pada perempuan untuk melakukan hubungan badan berikutnya," kata dr Artha.

Hal yang sama juga terjadi jika yang dilakukan adalah infibulasi. Labia minora (kulit luar) juga dipenuhi dengan saraf yang membuat bagian ini sensitif terhadap rangsangan seksual. Seperti klitoris, memotong labia minora juga akan membuat perempuan kurang peka terhadap stimulasi seksual.

"Semuanya ini menyulitkan perempuan untuk mencapai orgasme. Menjahit mulut vagina akan menghambat masuknya penis. Rasa sakit yang dialami perempuan akan mengerikan dan jika penis berhasil melakukan penetrasi, akan menyebabkan pendarahan," kata dr Artha.

Tingginya risiko kematian pada khitan perempuan membuat Pemerintah Indonesia secara tegas melarang khitan bagi perempuan karena melanggar UU Kekerasan terhadap Perempuan.

Peraturan serupa juga diberlakukan parlemen Mesir yang mengesahkan UU tentang pelarangan khitan perempuan. Bagi yang melanggar akan dikenai denda 185 dollar AS sampai 900 dollar AS dan kurungan penjara antara 3 bulan dan 2 tahun. Namun, di Asia, praktik khitan sendiri hingga saat ini masih dilakukan di Pakistan, India, Banglades, dan Malaysia.

Dampak jangka pendek khitan pada perempuan:
1. Perdarahan yang mengakibatkan shock atau kematian
2. Infeksi pada seluruh organ panggul yang mengarah pada sepsis
3. Tetanus yang menyebabkan kematian
4. Gangrene yang dapat menyebabkan kematian
5. Sakit kepala yang luar biasa mengakibatkan shock
6. Retensi urine karena pembengkakan dan sumbatan pada uretra.


http://arulalmy.files.wordpress.com/2009/12/apel-vagina1.jpg
Dampak jangka panjang adalah :
1. Rasa sakit berkepanjangan pada saat berhubungan seks
2. Penis tidak dapat masuk dalam vagina sehingga memerlukan tindakan operasi
3. Disfungsi seksual (tidak dapat mencapai orgasme pada saat berhubungan seks)
4. Disfungsi haid yang mengakibatkan hematocolpos (akumulasi darah haid dalam vagina), hematometra (akumulasi darh haid dalam rahim), dan hematosalpinx(akumulasi darah haid dalam saluran tuba)
5. Infeksi saluran kemih kronis
6. Inkontinensi urine (tidak dapat menahan kencing)
7. Bisa terjadi abses, kista dermoid, dan keloid (jaringan parut mengeras).

Sumber : http://jelajahunik.blogspot.com/2010/08/inilah-bahaya-di-balik-sunat-perempuan.html

Makalah Pengertian pendidik Menurut Langgulung

Kamis, 14 Juli 2011

Pengertian pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaan. Pendidik Islam ialah Individu yang melaksanakan tindakan mendidik secara Islami dalam situasi pendidikan islam untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Menurut Langgulung (1997), pendidikan Islam tercakup dalam delapan pengertian, yaitu At-Tarbiyyah Ad-Din (Pendidikan keagamaan), At-Ta’lim fil Islamy (pengajaran keislaman), Tarbiyyah Al-Muslimin (Pendidikan orang-orang islam), At-tarbiyyah fil Islam (Pendidikan dalam islam), At-Tarbiyyah ‘inda Muslimin (pendidikan dikalangan Orang-orang Islam), dan At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah (Pendidikan Islami).

Pendidik Islam ialah Individu yang melaksanakan tindakan mendidik secara Islami dalam situasi pendidikan islam untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Para ahli pendidikan lebih menyoroti istilah-istilah dari aspek perbedaan antara tarbiyyah dan ta’lim, atau antara pendidikan dan pengajaran. Dan dikalangan penulis Indonesia, istilah pendidikan biasanya lebih diarahkan pada pembinaan watak, moral, sikap atau kepribadian, atau lebih mengarah kepada afektif, sementara pengajaran lebih diarahkan pada penguasaan ilmu pengetahuan atau menonjolkan dimensi kognitif dan psikomotor.

Pengertian pendidikan bahkan lebih diperluas cakupannya sebagai aktivitas dan fenomena. Pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental, dan sosial sedangkan pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup, sikap hidup, atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak, yang kedua pengertian ini harus bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam yang bersumber dari al Qur’an dan Sunnah (Hadist). Menurut Prof. Dr. Mohammad Athiyah al Abrasyi pendidik itu ada tiga macam :

1. Pendidikan Kuttab

Pendidikan ini ialah yang mengajarkan al Qu’ran kepada anak-anak dikuttab. Sebagian diantara mereka hanya berpengetahuan sekedar pandai membaca, menulis dan menghafal al Qur’an semata.

2. Pendidikan Umum

Ialah pendidikan pada umumnya, yang mengajarkan dilembaga-lembaga pendidikan dan mengelola atau melaksanakan pendidikan Islam secara formal sperti madrasah-madrasah, pondok pesantren ataupun informal seperti didalam keluarga.

3. Pendidikan Khusus

Adalah pendidikan secara privat yang diberikan secara khusus kepada satu orang atau lebih dari seorang anak pembesar kerajaan (pejabat) dan lainnya.

C. Defenisi Ilmu Pendidikan Islam

Ilmu Pendidikan Islam adalah ilmu pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori, tetapi isi lain juga ada ialah :

1. Teori.

2. Penjelasan tentang teori itu.

3. Data yang mendukung tentang penjelasan itu.

Islam adalah nama Agama yang dibawa oleh nabi Muhammad saw, yang berisi seperangkat ajaran tentang kehidupan manusia ; ajaran itu dirumuskan berdasarkan dan bersumber pada al Qur’an dan hadist serta aqal. Penggunaan dasarnya haruslah berurutan :al Qur’an lebih dahulu ; bila tidak ada atau tidak jelas dalam al Qur’an maka harus dicari dalam hadist ; bila tidak ada atau tidak jelas didalam hadist, barulah digunakan aqal (pemikiran), tetapi temuan aqal tidak boleh bertentangan dengan jiwa al Qur’an dan hadist.

Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Menurut Langgulung

Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Menurut Langgulung pendidikan Islam tercakup dalam delapan pengertian, yaitu At-Tarbiyyah Ad-Din (Pendidikan keagamaan), At-Ta’lim fil Islamy (pengajaran keislaman), Tarbiyyah Al-Muslimin (Pendidikan orang-orang islam), At-tarbiyyah fil Islam (Pendidikan dalam islam), At-Tarbiyyah ‘inda Muslimin (pendidikan dikalangan Orang-orang Islam), dan At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah (Pendidikan Islami).

Arti pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori.
Hakikat manusia menurut Islam adalah makhluk (ciptaan) Tuhan, hakikat wujudnya bahwa manusia adalah mahkluk yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan.

Manusia sempurna menurut Islam adalah jasmani yang sehat serta kuat dan Berketerampilan, cerdas serta pandai. Tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.

Etika Pendidik dalam Alquran dan al-hadits - Catatan Kaki

Alquran menunjukan agar orang yang berilmu mendidik dan mengajarkan ilmunya dengan sifat; tidak takabur karena hanya Allah yang pantas dibesarkan, berpakaian yang bersih dan rapih, menjauhi perbuatan-perbuatan yang tidak baik, tidak mengharapkan hanya dunia semata, dan bersifat sabar.

Pendidik harus merendah pada perserta didik, bersifat lembut tidak bersifat kasar dan kejam
Kekejian dan kekejaman yang dilakukan pendidik akan berdampak lahirnya adzab, la’nat dan kemarahan Allah Dengan kelembutan pendidik tidak akan muncul sesuatu kecuali hiasan yang menghias keindahan dirinya, dan tidak akan hilang kecuali menghilangkan keaibannya.

Catatan : PROGRAM PENDIDIKAN DAKWAH

Senin, 07 Februari 2011

Berdasarkan uraian yang mendahului, terutama adanya empat aktivitas pokok dalam dakwah islam,kemungkinan epistimologinya dan disiplin keilmuannya,maka dalam dakwah islam ada 4 keahlian / profesi yang terdiri dari ahli tabliqh islam (penyiaran dan penerangan islam,dakwah bil lisan) pengembangan masyarakat islam (dakwah bil hal, aksi amal shaleh,pelembagaan nilai islam) dan manajement dakwah (Penataanndan kepemimpinan lembada dakwah) dengan demikian, jurusan / program studi untuk menopang kebutuhan keahlian dalam kegiatan dakwah dapat dikualifikasikan menjadi 4 jurusan.
A. Tujuan fakultas dakwah
Mendidik calon Muslim cendikiawan (Ulil albab) yang berakidah islam, berfikrah islam dan berakhlak mulia yang memiliki keahlian dan ketrampilan dalam dakwahislam serta berguna bagi masyarakat,bangsa dan negara.
B. Program pendidikan strata I ( S I )
Terdiri dari 4 jurusan dan masing-masung jurusan memiliki program studi:
1. Jurusan komunikasi dan penyiaran islam (KPI)
yaitu tujuannya mendidik Calon muslim yang bersetrata SI supaya memiliki akidah islam yang kuat berfikra islami (berwawasan islam) istiqomah dalam bersikap dan bertindak menurut islam dan memiliki ketrampilan (keahlian) menyampaikan ajaran islam kepada masyarakat baik dengan sarana mimbar ( Khotbah ) maupun media massa (cetak dan audio – visual ) kualifikasi kelulusannya : Ahli tabliq islam dengan menggunakan sarana mimbar dan media komunikasi massa baik cetak,maupun audio visual.
2. Jurusan pengembangan masyarakat ( PMI )
Jurusan ini bertujuan: mendidik Calon muslim yang bersetrata SI supaya memiliki akidah islam yang kuat, berfikra islam (berwawasan Islam) istiqomah dalam bersikap dan bertindak menurut islam dan memiliki ketrampilan (keahlian)menstrasformasikan dan melembagakan semua segi ajaran islam dalam kehidupan keluarga( usroh) kelompok sosial ( jama’ah) dan masyarakat (ummat ) sehingga terwujud khoirul ummah (Masyarakat yang adil dan makmur yang memperoleh ridhoh Allah).
Kualifikasi keahlian lulusannya: ahli pengembangan komunikasi islam dan pengembangna kelembagaan islam.
3. Jurusan manajement Dakwah ( MND )
Bertujuan mendidik calon cendekia bersetrata SI supaya memiliki akidah islam yang kuat, berfikrah Islam ( berwawasan Islam), istiqomah dalam bersikap dan bertindak menurut islam dan memiliki ketrampilan (Keahlian) mengelola lembaga-lembaga dakwah (lembaga yang mengemban misi dakwah islam) dalam rangkah menegakkan kepemimpinan ummat islam yang penuh ukhuwah islamiyah.
Kualifikasi keahlian kelulusannya : ahli manajement,dan organisasi dan pengmbangan dana dakwah islam.
4. Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam ( BPI )
Jurusan Manajement Dakwah bertujuan : mendidik calon muslim cendekia berstrata SI supaya memiliki aqidah islam yang kuat, berfikrah islami ( berwawasn Islam),istiqomah dalam bersikap dan bertindak menurut islam dan memiliki ketrampilan ( keahlian ) membimbing dan menyuluh pengamalan islam dalam kehidupan dan keluarga islam
Kualifikasi keahlian lulusannya : ahli bimbingan dan penyuluhan islam kepada keluarga muslim dengan pendekatan psikologi dan ajaran islam serta konsoltan/psikologi Muslim.
Berdasarkan uraian yang mendahului, maka dakwah sebagai ilmu secar epistimologi sangat signifikan untuk dikembangkan secara akademik sebagai induk ilmu-ilmu sosial dalam perspektif islam yang secara khusus mengkaji sistem transformasi ideal islam menjadi realitas ummatan khairan,juga sebagai ilmu perjuangan islam dan ilmu rekayasa masa depan ummat.

Realitas dan pengembangan pemikiran keilmuan dakwah

Dakwah islam sebagai usaha dan kegiatan orang beriman dalam mewujudkan ajaran islam dengan menggunakan sistem dan cara tertentu kedalm kenyataan hidup perorangan (fardiyah), keluarga (usrah), kelompok (thaifah), masyarakat (mustama’) dan negara (daulah) merupakan kegiatan yang menjadi sebab (intrumental) terbentuk komunitas dan masyarakat muslim serta peradabannya. Tanpa adanya dakwah, maka masyarakat muslim tidak dimungkinkan keberadaannya dengan demikian , dakwah merupakan pergerakan yang berfungsi metansformasikan islam sebagai ajaran [doktrin] menjada kenyataan tata massyarakatnya dan peradabannya yang mendasarkan pada pandangan dunia islam yang bersumber pada al quran dan assunah . oleh karenya dakwah islam mjerupakan faktor dinamik dalam mewujudkan masyarakat yang berkualistas khoira ummah dan dauliyah thayyibah.

Pada sisi lain dakwah sebagai aktifitas transformasi islam sebagai realitas masyarakat , dewasa ini secara internal mengalami penurunan kualitas. Dakwah islam dewasa ini secara internal mengalami penurunan kualitas. Dakwah islam dewasa ini menghadapi tantang eksternal yang serius dari gerakan faham materialisme., liberalisme, sekularisme dan kapitalisme global serta serta gerakaan lain, sosialisme¬¬-komunisme . pemikiran dan ideologi gerakan ini telah masuk kedalam wilayah kehidupan umat islam dalam kehidupan pribadi (fardi). keluarga (usroh) klompok (thifah).
Pakar muslim dalam mengkaji dakwah sesuai dengan bidang ilmunya pada umumnya menyentuh dakwah islam sebagai aktifitas transformasi ideal islam kedalam realiatas ummah sesuai latar belakang disiplin ilmunya masing-masing. pada umumnya pakar dakwah mengkaji dari sisi antologis. aksiologis secara epistemologis masih belum dilakukan secara serius dan mendalam. Pakar muslim menulis banyak karya mengenai dakwah dengan kajian lintas disiplin sesuai dengan bidang keahliannya yang belum disertai dengan alat analisa yang dapat menyatukan disiplin ilmu dakwah didalam kesatuan subtansi keilmuan.
Para ahli tafsir menekankan menekankan pada aspek makna tekstual ayat – ayat dakwah. Para ahli hadist memberikan komentar hadist – hadist nabi SAW yang berkaitan dengan dakwah nabi SAW. Para ahli fiqih mengurai dakwah dari sisi hukum syari’ah. Ahli sejarah menkaji dari sisi prosesnya dakwah berlangsung. Para da’i pemikir menguraikan dari sisi masalah dakwah dan konsep pemecahan baik dari segi setrategi maupun metode dakwak yang relevan.
Proses sestematis keilmuan dakwah jika dilihat dari persepektif indonesia, dewasa ini sedang berjalan melalui gerakan pengembangan dakwah sebagai ilmu dilingkungan kampus di Indonesia. Sehingga dapat dikatakan bahwa perkembangan pemikiran “dakwah sebagai ilmu” di indonesia secara akademik dapat dikatakan cukup mengembirakan. Pada tanggal 17 mei 1994 di IAIN jakarta diselenggarakan pertemuan para dekan fakultas dakwah seindonesia dengan pakar ilmu dakwah dengan maksud mengadakan klarifikasi epistemologis keilmuan dakwah dalam menetapakan jurusan pada fakultas dakwah. Tema sentral pertemuan membahas sistem pendidikan ditinjau dari penjurusan, kurikulum dan metode pendidikannya. Dalam pertemuan itu para pakar ilmu dakwah dan para dekan fakultas dakwah kemudian berasil merumuskan bahwa disiplin ilmu dakwah terdiri dari tiga disiplin utama:
1.    Disiplin ilmu tabliq (komunikasi dan penyiaran islam seta penyuluahn dan pembimbingan islam)
2.     Disiplim pengembangan masyarakat Islam.
3.     Disiplin managemen dakwah.
Pemikiran itu kemudian dilembagakan dalam kurikulm nasional fakultas dakwah 1975. disiplin ilmu dakwah islam dalam struktur kurikulum. Disiplin ilmu dakwah islam dalam struktur kurikulm 1995 memiliki karakteristik tertentu jika dibandingkan dengan kurikulm disilpin dakwah islam sebelumnya.

Tentang Qoidah Kesulitan dan Kemudahan

Qoidah ini adalah cabang dari qoidah “arah-arah yang terdapat suatu hukum yang didalamnya terdapat beberapa tujuan. Qoidah tersebut adalah qoidah yang pokok atau mendasar yang dibagi menjadi beberapa cabang-cabang ilmu fiqh yang banyak jumlahnya dan ibarat dari qoidah tersebut.
Dengan qoidah “ Di hukumnya wajib sarana-sarana yang menghubungkan, mengikut pada dihukuminya wajib tujuan-tujuan tersebut. Dan sesuatu yang membuat perkara wajib itu tidak sempurna kecuali dengannya, maka sesuatu tersebut dihukumi wajib.
Tuntutan pertama : Qoidah ini dengan batasan-batasan yang menghilangkan keumuman, berupa perkara yang menjaga qoidah tersebut.

Qoidah Kesulitan dan Kemudahan

Diibaratkan akal adalah tempat bergantungnya beban hukum, amal adalah tempat bergantungnya hitungan/ukuran, arah bicara Syari’(Allah dan Rosul) kepada mukallaf terkadang bercampur dengan sesuatu yang menurutnya dirasa berat untuk dilakukan.
Pengertian “kesulitan” secara lughot adalah sulit mengangkat sesuatu, dan secara istilah berarti isim benda dari kesulitan,makna ini lebih umum.
Qoidah ini bersumber dari 5 Qoidah yang inti, meliputi ruang lingkup ilmu fiqh, pandangan Ulama’, agungnya hal ini condong pada Imam Syafi’I dengan qoulnya berupa; “Lalat yang jatuh kedalam air yang sedikit, dan keterangan ini mendekati pada Qoidah “Kondisi Dlorurot  memperbolehkan akan suatu hal yang haram”. “Kesulitan” ada 2 macam; tidak keluar dari ibadah dan keluar dari ibadah.
Percabangan dari qoidah ini meliputi tentang kebodohan termasuk udzur, adakalanya bodoh itu di ampuni kadang tidak. Dengan batasan; bodoh yang diampuni adalah bodoh yang termasuk udzur yang bukan hal biasa, jika hal  tersebut tidak dirasa sulit, maka tidak bisa diampuni.

Qoidah Kondisi Dlorurot Memperbolehkan Perkara Haram

Keharaman yang dimaksudkan adalah keharaman dilihat dari sifatnya dan sebabnya. Dan Dlorurot yang dimaksudkan adalah memperhitungkan kemashlahatan umat dan siksa suatu kerusakan.
Dengan adanya ketentuan “Hukum asalnya adalah melihat sedikit banyaknya siksa atau pahala dan sedikit banyaknya manfa’at atau kerusakan yang ditimbulkan”. Tingkatan kesulitan dalam menghasilkan suatu perkara yang diperintahkan itu harus memberi tambahan pahala.
Titik pangkal dari qoidah ini adalah dimana pahala bergantung pada manfa’at apa yang dihasilkan dari kerja keras yang dilakukannya. Sesungguhnya pahala diperhitungkan pada kemshlahatan dari apa yang dikerjakannya bukan dari seberapa sulitnya.

PERBEDAAN ANTARA STRATEGI,METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN

Belajar adalah proses bagi peserta didik dalam membangun gagasan atau pemahaman sendiri maka kegiatan pembelajaran seharusnya memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan proses belajarnya secara mudah dan termotifasi.Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang mempunyai kemiripan makna,sehingga seringkali orsng merasa bingung untuk membedakanya. Istilah tersebut yaitu, strategi,metode,dan teknik pembelajaran.

PENGERTIAN  STRATEGI PEMBEMBELAJARAN
Merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran ,sehingga akan memudahkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat menguasainya diakhir kegiatan belajar. Suatu kegiatan pembelajaran yang harus di kerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Strategi bersifat kanseptual
Contoh strategi pembelajaran,Active Discussion : Untik melatih peserta didik agar mencari argumentasi yang kuat dalam memecahkan suatu masalah yang controversial serta mempunyai sikap demokratis dan saling menghornati terhadap perbedaan pendapat .

METODE PEMBELAJARAN
    Prosedur , urutan , langkah dan cara yang digunakan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran .
    Cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran .
    Dan juga alat untuk menyampaikan pesan kepada anak didik .
    Bersifat prosedural.
Contoh:
1.     Metode ceramah
2.    Metode tanya jawab
3.    Metode diskusi
4.    Metode demonstrasi Metode karya wisata (study tour)


TEKNIK PEMBELAJARAN
    Cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.
    Cara konkrit yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung.
    Teknik bersifat implementasi.

MACAM MACAM STRATEGI,METODE,DAN TEKNIK PEMBELAJARAN
    A.Strategi pembelajaran menurut Gagne dan briggs meliputi:
1.    Memberi motivasi atau menarik perhatian
2.    Menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa
Metode pembelajaran
5.    Metode ceramah
6.    Metode tanya jawab
7.    Metode diskusi
8.    Metode demonstrasi Metode karya wisata (study tour)
Teknik pembelajaran
    Dalam kelas
    Diluar kelas
Perbedaan strategi , Metode dan Teknik Pembelajaran
    Strategi pembelajaran
1.    Merupakan Cara-cara  yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran , sehingga akan memudahkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat  menguasainya  diakhir kegiatan  belajar.
2.    Suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien
3.    Dan strategi masih bersifat konseptual.
    Metode pembelajaran
1.    Adalah prosedur , urutan , langkah , dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran .
2.    Cara yang digunukan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah di susun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
3.    Dan juga alat untuk menyampaikan pesan kepada anak didik..
4.    Bersifat prosedural.
    Teknik  pembelajaran
1.    Cara yang dilakukan seorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik
2.    Cara konkrit yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung.
3.    Teknik bersifat implementasi.
    Aplikasi Strategi , Metode dan Teknik Dalam  Pembelajaran
     penerapan ini kita bisa memilih suatu strategi mana yang kita anggap lebih nyaman atau lebih baik untuk kita terapkan dalam proses pembelajaran,selanjutnya kita terapkan metode yang cocok untuk materi yang akan kita pelajari.Agar pembelajaran kita dapat di pahami siswa dan dapat berjalan dengan efektif, teknik dalam pembelajaran kita memberikan contoh bagi siswa agar siswa dapat ikut serta dalam suatu kegiatan yang dapat merangsangberfikr dari anak itu sendiri.

Tujuan Pendidikan Dalam : Catatn Kaki

Selasa, 28 Desember 2010

Meski demikian pada dasarnya, yang namanya tujuan khusus dan umum tetap harus ada dalam sebuah sistem pendidikan. Hal ini akan membantu menerangi jalan yang hendak digunakan, dan upaya apa yang harus dilakukan dalam menjalankan roda sistem pendidikan itu. Tujuan pendidikan relatif karena, bila kita merusmuskan satu tujuan maka tujuan yang kita rumuskan tadi pada umumnya akan terus dapat bercabang, menjadi bagian yang lebih kecil dan kecil lagi. Dan yang menjadi catatan penting di sini, semakin umum satu tujuan pendidikan maka akan semakin komplek cara atau metode yang harus digunakan. Ketika menyatakan bahwa tujuan pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa misal, dari penyebutan tujuan saja akan banyak menimbulkan permasalahan. “Mencerdaskan kehidupan bangsa.” Kata sakral yang nampak indah dan enak didengar namun, banyak sekali menimbulkan penafsiran. Ketika baru menyebutkan tujuannya saja sudah memunculkan masalah, apalagi kalau ini hendak diterapkan, masalah pasti semakin bertambah. Maka dari itu satu sistem pendidikan yang baik adalah sistem pendidikan yang memiliki kedua unsur tadi, khusus dan umum. Tidak terlalu umum atau terlalu khusus. Tujuan pendidikan yang terlalu umum akan menimbulkan berbagai problem seperti yang disebutkan sebelumnya. Sedangkan tujuan yang terlalu khusus, menjadikan siswa dapat berhitung misal, tentu menjadikan anak didik hanya akan terpaku pada satu hal kecil saja sesuai besar-kecilnya tujuan khusus itu. Semakin kecil tujuan pendidikan yang hendak dicapai, maka semakin tidak beragamlah pengetahuan yang didapat peserta didik. Jadi tujuan pendidikan akan menemukan bentuk idealnya ketika konseptor pendidikan menemukan tujuan pendidikan berdasarkan tujuan pendidikan yang ada di antara keduanya.

Meskipun masih bersifat umum, tujuan pendidikan yang dikemukakan Herbert Spencer (1860) berikut ini sudah cukup bagus bila digunakan sebagai salah satu motor penggerak jalannya sebuah sistem pendidikan. Dia membagi tujuan pendidikan menjadi lima bagian.
1.Kegiatan demi kelangsungan hidup
2.Usaha untuk mencari nafkah
3.Pendidikan anak
4.Pemeliharaan hubungan dengan masyarakat dan negara
5.Penggunaan waktu senggang
Selain ini, masih banyak sekali tujuan yang lebih khusus dijabarkan dari sebuah sistem pendidikan, dari SD hinga perguruan tinggi. Dari yang rinci sampai yang paling rinci.

Teknologi Pendidikan dalam Keberhasilan Sistem Pembelajaran

Begitu susahnya mengajar dan membuat siswa semangat belajar, atau jika menggunakan perspektif siswa sendiri, betapa sulitnya menumbuhkan semangat belajar dalam diri, karena proses panjang dalam pembelajaran akan memunculkan berbagai macam masalah yang dapat menghalangi dan merintangi tercapainya tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Proses pembelajaran yang tidak singkat itu membutuhkan bermacam cara dan inovasi yang dapat menumbuh kembangkan semangat dan kreatifitas pelajar maupun pengajar.

Sebuah cara dengan memanfaatkan teknologi, baik dari segi fisiknya maupun ide-ide yang ada di dalamnya adalah satu jalan yang baik untuk digunakan dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam sebuah sistem pembelajaran. Teknologi secara`eksoteris yang nampak sebagai wujud fisik peradaban modern maupun secara esoteris sebagai cara-cara non fisik yang menjadi bagian keseharian hidup manusia modern adalah bagian penting dalam pembentukan karakter semangat belajar civitas pendidikan dan pencapaian tujuan sistem pembelajaran yang ingin didapatkan. Dengan catatan bahwa cara dan menggunakan teknologi dengan tepat juga merupakan bagain vital yang ada dalam teknologi pendidikan.

Arti penting teknologi pendidikan akan terlihat di situ sebagai sebuah cara yang menjadikan pembelajaran akan tetap terus dinamis membentuk dirinya. Dinamis dalam keteraturan dan semakin terbukanya peluang bagi sebuah sistem pendidikan untuk mencapai tujuannya. Teknologi pendidikan adalah instrumen penting dalam sistem pembelajaran dalam dunia modern bahkan paska modern. Karena semakin modern satu masyarakat, semakin sistematis pula cara hidupnya. Teknologipun baik yang diterapkan dalam sistem pendidikan maupun di luar itu adalah bagian sistematisasi cara hidup manusia modern yang diteruskan manusia postmodern.

Selain itu, pemanfaatan teknologi dengan tepat berarti mengarahkan satu bagian sejarah ke jalan yang baik dan benar. Teknologi kian lama kian membawa manusia dalam labirin dehumanisasi yang mencoba menghilangkan manusia dari kebermanusiaannya. Manusia yang menggunakan teknologi dengan tanpa tepat guna akan segera menghilang dalam sistem yang dibuat oleh mereka sendiri yang dikendalikan oleh teknologi yang dibuatnya. Terjadilah proses pelapukan manusia di dalam peradaban teknologi yang dibuatnya. Teknologipun akhirnya ada tanpa makna bagi manusia, menjadi candu yang menghilangkan kesadaran manusia sebagai manusia. Menerapkan teknologi dalam sebuah sistem pembelajaran berarti menggunakan teknologi dengan tepat guna.

Pengertian Teknologi dan Media Pendidikan
Secara epistemologis, teknologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu techne dan logos. Techne secara harfiah dapat diartikan sebagai cara, pengetahuan, keahlian, ketrampilan. Dan logos sendiri adalah ilmu. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan sebagai ilmu untuk menggunakan keahlian. Dan kemudian jika teknologi yang biasanya identik dengan bagian-bagian natural scientis, digunakan sebagai bagian dalam pendidikan yang bertujuan menghidupkan kreatifitas anak didik dan pengajarnya, teknologi pendidikan adalah sebuah cara untuk meraih tujuan pendidikan dengan menggunakan media-media teknologi yang dihasilkan manusia untuk membantu menumbuhkembangkan kreatifitas berfikir siswa dalam sebuah sistem pendidikan.
Ada beberapa pendapat yang agak berbeda satu sama lain tentang teknologi pendidikan. Pertama, teknologi pendidikan diartikan sebagai sekedar hardware yang dapat menunjang kegiatan dalam sistem pembelajaran. Hardware sendiri adalah komponen-komponen media teknologi yang dapat digunakan sebagai sarana yang menunjang kemajuan sebuah sistem pengajaran. Media-media tersebut, dapat berupa televisi, radio, internet, komputer, dan bermacam media lainnya.

Kedua, teknologi diartikan sebagai keseluruhan komponen yang ada dalam sebuah sistem pendidikan, baik peralatan-peralatan media teknologi maupun tehnik-tehnik pengembangan yang selalu progres menuju sebuah proses pelajaran yang dinamis sesuai dengan tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Sesuai dengan apa yang dinyatakan Prof. Dr. Nasution, teknologi pendidikan adalah perpaduan software dan hardware sistem pendidikan, dengan melihat bahwa mengajar dan belajar adalah masalah yang harus dapat diselesaikan dan dihadapi secara rasional dan alamiah. (Teknologi Pendidikan, 2005).
Sejalan dengan pengertian kedua, teknologi pendidikan melihat bahwa komponen-komponen physically di dalamnya hanyalah sebuah alat peraga yang dapat bermanfaat saat itu dikaitkan dengan sistem pendidikan atau program pendidikan. Atau dengan kata lain, komponen-komponen fisik (hardware) itu baru nampak perannya bila diterapkan sesuai dengan program-program dalam sebuah sistem pendidikan (software).
Sedangkan untuk media pendidikan bila dilihat seksama dengan memperbandingkannya dengan teknologi pendidikan, maka akan nampaklah kesamaan media pendidikan dengan teknologi pendidikan. Dengan catatan, jika itu mengacu pada pengertian teknologi pendidikan yang pertama. Yaitu yang menyatakan bahwa media pendidikan adalah berbagai jenis komponen yang ada dalam lingkungan sistem pengajaran diterapkan untuk merangsang minat pembelajaran atau untuk men-support kegiatan belajar mengajar agar lebih baik dalam pelaksanaanya. Jadi media pendidikan adalah hardware yang biasa digunakan dalam sistem pembelajaran. Meskipun secara harfiah antara teknologi pendidikan dan media pendidikan memiliki arti yang berbeda. Jika tadi di atas disebutkan bahwa secara harfiah teknologi pendidikan diartikan pengetahuan atau cara-cara yang digunakan dalam sistem pendidikan, maka media pendidikan adalah penghantar yang dapat membantu siswa menerima pengetahuan yang diajarkan oleh sebuah sistem pembelajaran. Sesuai dengan kata epistemologinya yang menyatakan bahwa media yang berasal dari bahasa Latin itu berarti sebagai sebuah penghantar, atau perantara.

Meskipun ada perbedaan signifikan ketika melihat perbedaan kedua istilah ini, ketika media dan teknologi pendidikan diartikan secara harfiah, namun jika membaca pengertian media pendidikan yang diberikan oleh Briggs maka kita akan memiliki kesimpulan bahwa keduanya adalah sama. Briggs sendiri menyatakan bahwa media pendidikan adalah alat fisik yang dapat menyajikan pesan-pesan serta merangsang siswa untuk belajar. (Media Pendidikan:1984). Jadi melihat pengertian ini, saya menyimpulkan bahwa antara keduanya tidaklah ada perbedaan secara menyeluruh, baik dengan menggunakan pengertian yang pertama maupun yang kedua. Jika menggunkan pengertian yang kedua, untuk menyimpulkan bahwa keduanya tidak memiliki perbedaan signifikan saya sekedar menambahkan pernyataan bahwa media pendidikan adalah hardware yang digunakan dalam sebuah sistem teknologi pendidikan. Dengan begitu media pendidikan merupakan bagian dari teknologi pendidikan yang ada, jadi ketika melihat hal ini demikian maka tidaklah relevan jika membedakan keduanya secara jelas. Dengan menggunakan pengertian yang pertama kita sama sekali tidak akan mampu membedakannya karena keduanya identik satu sama lain, bahkan memang keduanya entitas yang sama. Dan jika menggunakan pengertian yang kedua maka media pendidikan bukanlah padanan yang tepat bila hendak dibedakan dengan teknologi pendidikan. Sebagai sebuah bagian yang independen mungkin media pendidikan dapat dibedakan dengan teknologi pendidikan. Namun jika sebagai sebuah sistem yang utuh telah menyatu, maka layaknya air dengan jernihnya, keduanya tidak dapat dikatakan sebagai dua entitas yang beda, keduanya sama.

Akhlak Yang Terdapat Dalam Al-Qur’an Islam

Yang dimaksud lingkungan di sini adalah segala sesuatu yang berada di sekitar manusia, baik binatang, tumbuh-tumbuhan, maupun benda-benda tak bernyawa.
Pada dasarnya, akhlak yang diajarkan Al-Quran terhadap lingkungan bersumber dari fungsi manusia sebagai khalifah.

Kekhalifahan menuntut adanya interaksi antara manusia dengan sesamanya dan manusia terhadap alam. Kekhalifahan mengandung arti pengayoman, pemeliharaan, serta pembimbingan, agar setiap makhluk mencapai tujuan penciptaannya.
Dalam pandangan akhlak Islam, seseorang tidak dibenarkan mengambil buah sebelum matang, atau memetik bunga sebelum mekar, karena hal ini berarti tidak memberi kesempatan kepada makhluk untuk mencapai tujuan penciptaannya.

Ini berarti manusia dituntut untuk mampu menghormati proses-proses yang sedang berjalan, dan terhadap semua proses yang sedang terjadi. Yang demikian mengantarkan manusia bertanggung jawab, sehingga ia tidak melakukan perusakan, bahkan dengan kata lain, "Setiap perusakan terhadap lingkungan harus dinilai sebagai perusakan pada diri manusia sendiri."
Binatang, tumbuhan, dan benda-benda tak bernyawa semuanya diciptakan oleh Allah SWT dan menjadi milik-Nya, serta semua memiliki ketergantungan kepada-Nya. Keyakinan ini mengantarkan sang Muslim untuk menyadari bahwa semuanya adalah "umat" Tuhan yang harus diperlakukan secara wajar dan baik.

Karena itu dalam Al-Quran surat Al-An'am (6): 38 ditegaskan bahwa binatang melata dan burung-burung pun adalah umat seperti manusia juga, sehingga semuanya --seperti ditulis Al-Qurthubi (W. 671 H) di dalam tafsirnya-- "Tidak boleh diperlakukan secara aniaya."

Jangankan dalam masa damai, dalam saat peperangan pun terdapat petunjuk Al-Quran yang melarang melakukan penganiayaan. Jangankan terhadap manusia dan binatang, bahkan mencabut atau menebang pepohonan pun terlarang, kecuali kalau terpaksa, tetapi itu pun harus seizin Allah, dalam arti harus sejalan dengan tujuan-tujuan penciptaan dan demi kemaslahatan terbesar.

Apa saja yang kamu tebang dari pohon (kurma) atau kamu biarkan tumbuh, berdiri di atas pokoknya, maka itu semua adalah atas izin Allah ... (QS Al-Hasyr [59]: 5).

Bahwa semuanya adalah milik Allah, mengantarkan manusia kepada kesadaran bahwa apa pun yang berada di dalam genggaman tangannya, tidak lain kecuali amanat yang harus dipertanggungjawabkan. "Setiap jengkal tanah yang terhampar di bumi, setiap angin sepoi yang berhembus di udara, dan setiap tetes hujan yang tercurah dari langit akan dimintakan pertanggungjawaban manusia menyangkut pemeliharaan dan pemanfatannya", demikian kandungan penjelasan Nabi saw tentang firman-Nya dalam Al-Quran surat At-Takatsur (102): 8 yang berbunyi, "Kamu sekalian pasti akan diminta untuk mempertanggungjawabkan nikmat (yang kamu peroleh)." Dengan demikian bukan saja dituntut agar tidak alpa dan angkuh terhadap sumber daya yang dimilikinya, melainkan juga dituntut untuk memperhatikan apa yang sebenarnya dikehendaki oleh Pemilik (Tuhan) menyangkut apa yang berada di sekitar manusia.

Kami tidak menciptakan langit dan bumi serta yang berada di antara keduanya, kecuali dengan (tujuan) yang hak dan pada waktu yang ditentukan (QS Al-Ahqaf [46]: 3).

Pernyataan Tuhan ini mengundang seluruh manusia untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri sendiri, kelompok, atau bangsa, dan jenisnya saja, melainkan juga harus berpikir dan bersikap demi kemaslahatan semua pihak. Ia tidak boleh bersikap sebagai penakluk alam atau berlaku sewenang-wenang terhadapnya. Memang, istilah penaklukan alam tidak dikenal dalam ajaran Islam. Istilah itu muncul dari pandangan mitos Yunani.

Yang menundukkan alam menurut Al-Quran adalah Allah. Manusia tidak sedikit pun mempunyai kemampuan kecuali berkat kemampuan yang dianugerahkan Tuhan kepadanya.

Mahasuci Allah yang menjadikan (binatang) ini mudah bagi kami, sedangkan kami sendiri tidak mempunyai kemampuan untuk itu (QS Az-Zukhruf [43]: 13)

Jika demikian, manusia tidak mencari kemenangan, tetapi keselarasan dengan alam. Keduanya tunduk kepada Allah, sehingga mereka harus dapat bersahabat.
Al-Quran menekankan agar umat Islam meneladani Nabi Muhammad saw yang membawa rahmat untuk seluruh alam (segala sesuatu). Untuk menyebarkan rahmat itu, Nabi Muhammad saw bahkan memberi nama semua yang menjadi milik pribadinya, sekalipun benda-benda itu tak bernyawa. "Nama" memberikan kesan adanya kepribadian, sedangkan kesan itu mengantarkan kepada kesadaran untuk bersahabat dengan pemilik nama.

Nabi Muhammad saw telah mengajarkan : "Bertakwalah kepada Allah dalam perlakuanmu terhadap binatang, kendarailah, dan beri makanlah dengan baik."
Di samping prinsip kekhalifahan yang disebutkan di atas, masih ada lagi prinsip taskhir, yang berarti penundukan. Namun dapat juga berarti "perendahan". Firman Allah yang menggunakan akar kata itu dalam Al-Quran surat Al-Hujurat ayat 11 adalah

Janganlah ada satu kaum yang merendahkan kaum yang lain. (QS. Al-Hujurat ayat 11)
Dan Dia (Allah) menundukkan untuk kamu; semua yang ada di langit dan di bumi semuanya (sebagai rahmat) dari-Nya (QS Al-Jatsiyah [45]: 13).

Ini berarti bahwa alam raya telah ditundukkan Allah untuk manusia. Manusia dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Namun pada saat yang sama, manusia tidak boleh tunduk dan merendahkan diri kepada segala sesuatu yang telah direndahkan Allah untuknya, berapa pun harga benda-benda itu. Ia tidak boleh diperbudak oleh benda-benda itu. Manusia dalam hal ini dituntut untuk selalu mengingat-ingat, bahwa ia boleh meraih apa pun asalkan yang diraihnya serta cara meraihnya diridhoi Allah SWT, sesuai dengan kaidah kebenaran dan keadilan.

Akhirnya kita dapat mengakhiri uraian ini dengan menyatakan bahwa keberagamaan seseorang diukur dari akhlaknya. Nabi bersabda : "Agama adalah hubungan interaksi yang baik."

Beliau juga bersabda: "Tidak ada sesuatu yang lebih berat dalam timbangan (amal) seorang mukmin pada hari kiamat, melebihi akhlak yang luhur. (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi).

Mengenal Budaya Jepara : Cerita Legenda Gong Senen di Jepara

Sabtu, 31 Juli 2010

Masyarakat Jawa dikenal sebagai masyarakat yang religius. Perilaku masyarakat Jawa banyak dipengaruhi oleh alam pikiran yang bersifat spiritual. Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Jawa memiliki relasi istimewa dengan alam. Dalam sejarah kehidupan dan alam pikiran masyarakat Jawa, alam di sekitar masyarakat sangat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu ciri lain masyarakat Jawa adalah bahwa mereka percaya terhadap suatu ‘kekuatan’ di luar alam yang mengatasi mereka. Mereka kagum terhadap kejadian-kejadian di sekitar mereka, terhadap fenomena-fenomena alam sehari-hari yang kadang sulit dipahami dengan rasio. Rasa kagum inilah yang melahirkan bermacam-macam ritual tradisi sebagai bentuk penghormatan terhadap alam.

Ritual-ritual yang ada dalam kebudayaan Jawa tersebut merupakan ritual yang menyangkut life cycle, yaitu ritual yang berhubungan dengan perjalanan hidup manusia, atau yang selalu menyertai kehidupan manusia. Kehidupan manusia yang selalu diiringi dengan upacara atau ritual tersebut merupakan wujud dari kehati-hatian manusia Jawa dalam mewujudkan keharmonisan hubungan manusia dengan alam nyata yaitu dunia ini, serta keharmonisan dengan alam mistik atau yang berkaitan dengan Tuhan Yang Maha Esa.

Melalui ritual-ritual tersebut manusia Jawa ingin mengetahui serta menyatakan sesuatu hal yang berarti di balik kenyataan fisik, bahkan sesuatu hal yang transeden. Namun manusia yang terbatas tidak mampu mencapainya. Karena itulah manusia menggunakan symbol sebagai media budaya (Jarwati, 2004 : 4). Itulah akar simbolisme dala budaya Jawa.

Termasuk juga ritual tradisi legenda gong senen. Dalam tradisi gong senen ada simbolisme yang mengandung suatu makna. Ritual gong senen, sebagaimana merupakan salah satu ritual yang ada dalam tradisi masyarakat Jawa adalah definisi kata gong itu sendiri mempunyai makna agung/besar. Dari simbol  yang terdapat dalam perangkat gamelan, sedangkan senen merupakan nama hari yaitu hari senin dan orang Jawa lebih mudah menyebutnya dengan nama senen, nama senen juga diambil dari nama desa Senenan. Disebut gong senen karena menurut cerita, yang mampu untuk menabuh hanyalah Lurah/Masyarakat desa Senenan dan waktunyapun khusus pada hari senen pagi dan sore.

Dalam pembahasan mengenai gong senen ini, penulis memilih sudut pandang etika. Etika disebut pula akhlak atau disebut pula moral. Apabila disebut “akhlak” berasal dari bahasa Arab. Apabila disebut “moral” berarti adapt bebiasaan. Istilah “moral” berasal dari bahasa Latin Mores. Mempelajari etika bertujuan untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu. Etika biasanya disebut ilmu pengetahuan normative sebab etika menetapkan ukuran bagi perbuatan manusia dengan penggunaan norma tentang baik dan buruk.

Termasuk tradisi menabuh gong dan selamatan yang diadakan setahun sekali yang dilaksanakan setelah Sholat Idul Fitri sambil mengiringi kehadiran para tamu yang berhalal bihalal. Permasalahan mengenai proses penabuhan gong inilah yang apabila gong tersebut tidak ditabuh/dibunyikan akan berakibat tidak baik dalam kehidupan masyarakat diseluruh Jepara. (Dinas Pariwisata Kabupaten Jepara).

Di dalam etika (ilmu kesusilaan) Mill menuju kepada hubungan timbale-balik di antara individu (perorangan) dan masyarakat, atas dasar utilitarisme. Ia berpangkal kepada pertimbangan-pertimbangan psikologis. Maksud tujuan manusia ialah hal-hal yang membangkitkan nafsu. Atau lebih tepat dikatakan, bahwa yang ingin dicapai orang bukan bendanya sendiri, melainkan kebahagiaan yang ditimbulkan oleh benda-benda atau sesuatu itu sendiri. Benda tertentu memang membangkitkan pada manusia perasaan bahagia semacam itu sendirilah yang berharga, dan bahwa harga atau nilai itu mewujudkan sifat benda tadi. Tetapi sebenarnya tidaklah demikian. Anggapan itu disebabkan oleh asosiasi atau hubungan yang satu dengan yang lain.


BAB II
PEMBAHASAN


A.    Sejarah Gong Senen


Sebagai tradisi dalam luasnya kebudayaan dan kepercayaan masyarakat Jawa, tradisi spiritual yang paling umum diketahui di Indonesia sejak lama adalah Jawa, jika dilihat melalui latar belakang sejarah Jawa mempunyai begian sejarah tersendiri dalam mengisi sejarah panjang Indonesia. Pada waktu Jepara diperintah oleh Kanjeng Adipati dalam abad yang lalu, terjadi keajaiban dengan adanya seperangkat “GAMELAN” yang datangnya tiba-tiba dan tidak diketahui dari mana asalnya. Kemudian Kanjeng Adipati mencoba dan mengamankan dan membunyikan atau menabuh “GAMELAN” tersebut tetapi tidak bisa berbunyi.

Ditradisikan di Kabupaten Jepara bahwa setiap tanggal 28 (1 bulan sekali) seluruh lurah dan tokoh masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Jepara mengadakan pisowanan agung di Pendopo Kabupaten dengan membawa hasil bumi dari daerah masing-masing sebagai tanda hormat dan tunduk pada Kanjeng Adipati (asok glondong pangareng-ngareng). Kemudian pada saat itu oleh Kanjeng Adipati Jepara disampaikan tentang adanya seperangkat gamelan yang datangnya secara misterius itu pada semua hadirin pada waktu mengadakan paseban/pertemuan yang pada pokoknya Kanjeng Adipati menceritakan masalah gamelan yang tidak bisa dibunyikan oleh Kanjeng Adipati, kemudian Kanjeng Adipati memberi kesempatan pada para lurah dan tokoh masyarakat untuk menabuh atau membunyikan gong atau gamelan tersebut satu per satu. Pada giliran Lurah Senenan gamelan tersebut bisa berbunyi maka Kanjeng Adipati memberikan mandate pada Bapak Lurah Senenan untuk memelihara dan membunyikan hingga sekarang.

Siapakah Masyarakat Senenan ?
Masyarakat Senenan adalah masyarakat yang tinggal di daerah kawasan pantura (PANTAI UTARA) yang umumnya kebanyakan beragama muslim. Ada catatan penting, yaitu kaum muslimin di Pantura (pantai utara) pulau Jawa terlebih pada daerah Jepara yang nota bene orang-orang Muslim, berlaku di sana “Bodo Kupat” (Hari Raya Ketupat). Hari itu yang pastinya jatuh pada tanggal 8 Syawal. Sebab umumnya, kaum muslimin di daerah itu tanggal 2 Syawal menjalankan ibadah puasa sunnah Syawal 6 hari berturut-turut. Tanggal 8 Syawal adalah Hari Raya Ketupat “Hari Raya Kecil”, sehingga yang dimasakpun sekedar ketupat, yang justru menjadi unik, mereka ada yang membawanya bersenang-senang, misalnya rekreasi ke pantai-pantai terdekat atau ke tempat pariwisata terdekat. Sedangkan hari Raya “besar”nya ialah tanggal 1 Syawwal, yang mereka menghidangkan menu special berupa opor ayam dengan nasi putih yang di antar ke beberapa tetangga kanan kiri, orang tua, kakek maupun nenek.

Suatu bentuk masyarakat akan dan selalu mengalami perubahan dan perkembangan tetapi perubahan tidak selalu proses perubahan menjadi suatu proses yang berkembang bisa jadi tahapan perubahan ini yang justru kebalikanya. Masyarakat Senenan Jepara awal pembentukanya tak lepas dan tak terhindari dari proses perubahan, sebab manusia akan selalu memperbaharui dirinya yang berimbas terhadap budaya yang sudah ada. Kebaruan manusia juga menuntun kebaruan suatu kebudayaan. Masyarakat mempunyai identitas yang membedakan dengan masyarakat lain. Identitas ini dimaksud adalah ciri kebudayaan yang khusus dan melekat pada masyarakat tersebut. Perubahan dan kebaharuan yang terjadi selama rentang waktu tradisi masih dilaksanakan sampai saat ini dimana populasi manusia semakin bertambah dan majunya pengetahuan membuat kebudayaan dan zaman baru dan global yaitu modern yang secara halus mempengaruhi perubahan masyarakat disetiap pelosok bumi.


Mengapa disebut gong senen ?
Karena menurut cerita, yang mampu untuk menabuh hanyalah Lurah atau masyarakat desa Senenan dan waktunyapun khusus pada hari Senin pagi dan sore hari. Maksud dan tujuan dibunyikan gong senen pada hari tersebut adalah untuk keselamatan keluarga Kanjeng Adipati dan masyarakat seluruh Kadipaten Jepara dan sekarang diberi nama “PRADONGGO BIROWO”.

    Seperangkat gamelan tersebut terdiri dari :
- Gong Besar     : 1 buah
- Kecrek / kecer    : 2 buah
- Kendang              : 2 buah
- Kempul                : 2 buah

    Gending atau lagu yang dinyanyikan sejak dahulu meliputi :
- Coro Balen
- Sendon Arang – arang
- Kethuk Tutul
- Kodok Ngorek

Adapun waktu untuk membunyikan gong waktunyapun khusus pada hari Senin pagi dan sore hari yang bertempat di Panti Pradonggo Birowo di sebelah selatan Pendopo Kabupaten Jepara.
Untuk perangkat gong senen selalu diadakan selamatan setahun sekali yang dilaksanakan setelah Sholat Idul Fitri. Sedangkan untuk proses selamatannya pun selamatan pada umunya yang dilakukan oleh orang-orang Jawa pada umunya. Dengan sesajen dan bakar kemenyan, maksud dan tujuan selamatan tersebut yakni untuk  keselamatan keluarga Kanjeng Adipati dan masyarakat seluruh Kadipaten Jepara.

Ada kepercayaan sampai sekarang apabila gong senen tersebut tidak ditabuh atau dibunyikan akan berakibat tidak baik dan sudah banyak contoh kejadian tersebut antara lain :
1.    Peristiwa tragis pada tanggal 5 Mei 1995 di laut dekat Pantai Kartini dengan memakan korban 5 (lima) orang pejabat Kabupaten Jepara.
2.    Peristiwa angin rebut yang memporak pondakan Pendopo Kabupaten Jepara + 25 tahun yang lampau.

B.    Etika


`Etika yang kita pahami secara umum adalah seperangkat aturan tak tertulis yang disepakati bersama yang bertujuan agara manusia melakukan hal-hal atau perbuatan yang dianggap baik, terkadang masyarakat menyamakannya dengan norma. Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos dalam bentuk jamak berarti adat kebiasaan yang nantinya didasari pemaknaan etika yang dipakai oleh Aristoteles, kata etika mempunyai relasi yang erat dengan kata moral yang berasal dari bahasa latin mores (dalam bentuk jamak). Jadi etika secara etimologis berasal dari ethos dari bahasa Yunani dan mores dari bahasa latin yang mempunyai makna sama yaitu adat kebiasaan (K Bertens, 2004 : 4), secara kasar etika bisa disamakan dengan moral.

Etika mempunyai pengaruh dalam aktifitas maupun religius spiritual pada kehidupan manusia. Franz Magnis Suseno mengartikan etika lebih halus lagi yaitu keseluruhan norma dan penilaian yang dipengaruhi oleh masyarakat yang bersangkutan untuk mengetahui bagaimana manusia seharusnya menjalankan kehidupan (Etika Jawa, 2001 : 6).

Dalam legenda tradisi gong senen ada sebuah mitos yang akhirnya menjadi pandangan hidup orang Jepara. Mitos dalam ini adalah erat kaitanya dengan legenda, dongeng, serita rakyat dan semuanya yang termasuk pada sebuah folklore. Mengenai mitos (C.A. Van Peursen, 1992 : 37) adalah sebuah cerita (lisan) yang memberikan pedoman dan arah tertentu kepada sekelompok orang. Inti dari mitos adalah lambing-lambang yang menginformasikan pengalaman manusia purba tentang kebaikan dan kejahatan, perkawinan dan kesuburan, serta dosa dan proses katarsisnya. Di lain pihak, Wellek dan Austin Warren (1989) menyebutnya sebagai sebuah cerita mengenai penjelasan tentang asal mula sesuatu, nasib manusia, tingkah laku dan tujuan hidup manusia serta akan menjadi alat pendidikan moral bagi masyarakat pendukung kebudayaan tersebut. Mengacu kepada ketiga pendapat tentang etika dan mitos bisa ditarik kesimpulan bahwa etika yaitu adat kebiasaan, secara kasar etika bisa disamakan dengan moral. Dan mitos yang dikandung dalam legenda adalah sumber pengetahuan mengenai kehidupan manusia pada masa lampau. Mitos disusun dalam suatu bentuk cerita sastra lisan sebagai alat transformasinya, sebab bentuk cerita lisan mempunyai polastruktur yang cukup ajeng dalam menuntun ingatan orang sehingga akan mudah diceritakan kembali.

C.    Arti dan Makna Legenda Gong Senen

Di dalam legenda gong senen ini banyak mengandung arti dan makna yang mempunyai makna khusus pada masyarakat Senenan Jepara. Deskripsi makna dari tradisi yang terkandung pada legenda gong senen sendiri lebih mengacu pada subyek (gong) dan obyeknya (masyarakat Jepara). Gong mengandung makna agung maupun besar, dan mengingatkan kepada Allah Maha Besar. Sedangkan pada obyek masyarakat, bahwa mereka mempercayai bahwa apabila gong senen tersebut tidak ditabuh atau dibunyikan akan berakibat tidak baik bagi keselamatan masyarakat Jepara dan sudah ada beberapa kejadian-kejadian yang menjadi bukti. Inti dari pemaknaan pelaksanaan tradisi legenda gong senen yakni untruk mengingatkan manusia kepada Tuhan  Yang Maha Esa, yakni Allah S.W.T. inti dari maknanya agar masyarakat selalu percaya dan beriman kepada Allah S.W.T.


Sumber : Wisata Terbaik Indonesia

Profil Serta Karya Fatima Mernissi

Jumat, 25 Juni 2010

Fatima Mernissi dilahirkan tahun 1940 di Fez, Maroko. Dia tumbuh dewasa di suatu harem bersama dengan ibu nya, para nenek dan para saudari lainnya. Suatu harem yang di jaga dengan ketat oleh suatu penjagaan sedemikian rupa sehingga wanita-wanita tidak bisa lepas dari itu. Harem telah dengan baik dirawat dan dilayani oleh seorang pelayan pelayan wanita. Nenek nya, Yasmina, adalah salah satu dari sembilan isteri tetapi nasib yang sama tidak jatuh atas ibu nya. Bapak nya hanya mengambil satu isteri dan tidak memilih poligami sejak kaum nasionalis menolak poligami. Meskipun demikian, ibu nya adalah orang buta huruf sebab dia menghabiskan semua waktu nya di dalam harem.

Ketika dia dilahirkan, Nasionalis Maroko dengan sukses membebaskan kolonisasi negeri itu dari aturan Penjajah Perancis. Seperti yang dia katakan, ".... jika aku dilahirkan dua tahun lebih awal, aku tidak akan memperoleh pendidikan. Aku dilahirkan di waktu yang tepat." Kaum Nasionalis yang melawan/ berperang melawan Perancis berjanji untuk menciptakan Maroko Baru dengan persamaan untuk semua orang. Perempuan dan Laki-laki mempunyai akses yang sama untuk mendapat pendidikan. Kaum Nasionalis juga ingin menghapuskan praktek poligami.

Fatima beruntung walaupun hidup nya di dalam suatu harem, dia mendapat kesempatan untuk memperoleh suatu pendidikan lebih tinggi. Dalam bukunya The Harem Within (Di dalam Harem itu) , Mernissi menceritakan kepada kita sekitar masa kanak-kanak nya di dalam harem di Fez tetapi ini hanya bagian dari buku masa kanak-kanak nya yang tidak sebagus seperti yang dilukiskannya dalam buku itu. Sebagai contoh, walaupun dia menggambarkan hidup di dalam harem dengan menarik, dia tidak mengabaikan tekanan bagi mereka yang ada di dalamnya. Dia menerangkan bagaimana wanita-wanita di dalam harem menghadap langit dan bermimpi hal-hal sederhana seperti berjalan dengan bebas di jalan, atau bagaimana mereka paling tidak dapt mengintip dunia luar melalui sebuah lubang kunci.

Bagi Mernissi, Orang barat selalu mengkhayalkan harem sebagai perbentengan (kastil). Dia membedakan antara harem kelas satu (kerajaan) dan harem yang biasa (domestik). Imajinasi Orang barat adalah tentang harem kelas satu nya orang kuat dan kaya dengan beratus-ratus para budak wanita menjaga dengan keras oleh seorang kasim. Harem semacam ini berhenti beroperasi pada Perang Dunia I, ketika Kerajaan Ottoman dihancurkan dan praktek itu telah terlarang oleh Para penguasa barat yang baru. Mernissi tinggal/hidup di suatu harem yang biasa yang masih tersisa Negara-Negara Teluk.

Sejak dia kecil, Mernissi telah dilibatkan dalam pergolakan pemikiran nasional dan menumbuhkan pertanyaan-pertanyaan liar sebagai contoh pada batas tertentu memaksakan antara anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan. Si kecil Mernissi bertanya, jika ada persetujuan batas antara anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan, mengapa hanya anak-anak perempuan saja yang ditutup dan dibatasi. Dia bersikap seperti itu (menanyakan) pertanyaan seperti itukepada nenek nya Yasmina yang tidak bisa menjawab karena itu adalah terlalu berbahaya untuk nya. Sejak dia kecil, Mernissi telah dilibatkan dalam pergolakan pemikiran nasional dan menumbuhkan pertanyaan-pertanyaan liar sebagai contoh pada batas tertentu memaksakan antara anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan. Si kecil Mernissi bertanya, jika ada persetujuan batas antara anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan, mengapa hanya anak-anak perempuan saja yang ditutup dan dibatasi. Dia bersikap seperti itu (menanyakan) pertanyaan seperti itukepada nenek nya Yasmina yang tidak bisa menjawab karena itu adalah terlalu berbahaya untuk nya.

Pada waktu itu dia juga mempunyai suatu hubungan ambivalen dengan agama, dalam kaitan dengan perbedaan dan tensi (pertentangan) antar perspektif Alqur'an [yang] dia persepsikan dalam sekolah Alqur'an dan apa diajar oleh nenek nya. Dia diajar dengan keras di sekolah di mana dia harus menghafal Alqur'an setiap hari. Dia secara konstan dicaci maki, diteriaki dan dipukul ketika dia melakukan kesalahan. Dengan begitu dia memandang agama sebagai sesuatu yang menakutkan.

Di sisi lain, Mernissi kecil merasakan kecantikan agama melalui nenek nya Yasmina, yang membimbing nya ke arah sisi agama yang puitis. Nenek nya sering menceritakan cerita tentang haji nya dan dengan antusias menceritakan kepada Mernissi tentang Mecca Dan Medina. Dia secara konstan membicarakan tentang Medina dan mengabaikan kota besar lain seperti Arafah Dan Mina. Hal ini banyak mempengaruhi Mernissi yang membuatnya terobsesi dengan Medina.

Mernissi menyimpan sikap ini selama bertahun-tahun. Baginya, Alqur'an tergantung pada perspektif kita dan pada persepsi kita itu berangkat. Ayat-ayat yang kudus ini bisa menjadikan gerbang untuk lepas dari atau sebagai rintangan. Baginya, Alqur'an dapat memimpin kita ke arah mimpi atau merusak ketabahan kita.

Sementara itu, Ibu Mernissi selalu mengajarinya bagaimana cara bertindak dan membawa dirinya sebagai perempuan: " kamu perlu belajar bagaimana cara sorak dan protes sama halnya kamu belajar bagaimana cara berjalan dan berbicara." Sebagai contoh, dia menceritakan kepadanya cerita bagaimana perempuan harus bertindak dengan bijaksana dan dengan bijak. Dia sering menceritakan kepadanya cerita Seribu satu Malam. Mengenai Sultan yang sangat gemar akan cerita. Suatu ketika, Sultan Nebuchadnezzar menemukan isteri nya yang sedang berhubungan sex dengan pengawal nya. Ia sangat marah dan membunuh mereka berdua. Setelah itu Ia membenci wanita-wanita dan membawanya kepada kebiasaan yang tidak baik, menikah perempuan pada suatu malam dan kemudian membunuh nya di hari berikut nya. Hal Itu secara terus menerus terjadi dan mendorong kematian banyak perempuan. Kebiasaan ini akhirnya dihentikan oleh seorang anak perempuan bernama Scheherazade yang menaklukannya dengan cerita nya sehingga Sultan selalu menunda rencana nya untuk membunuh nya.

Sang Ibu secara teratur menceriterakan kebijaksanaan. Meskipun demikian, kita perlu menyoroti bagaimana anak perempuan kecil itu bertanya: " Bagaimana mungkin kita belajar bagaimana cara ceritakan sebuah cerita yang menyenangkan Raja itu?" Sang Ibu, seolah-olah dia sedang bertemu dengan dirinya, berkata bahwa kehidupan merindukan tugas seorang perempuan. Mernissi mengakui bahwa nenek dan ibu nya itulah yang mendukung nya dalam mengusahakan suatu pendidikan lebih tinggi dengan demikian dia bisa mandiri.

Ketika Mernissi teenager (berumur belasan), dia mulai mendapatkan pelajaran religius. Dia menemukan pelajaran religius itu menyakitkan hatinya :

"….. Beberapa Haditss (tradisi kenabian) berasal dari Kitab Bukhari Yang diberitahu oleh para guru menyakiti aku. Mereka menyatakan bahwa Nabi berkata: " Anjing, Keledai Dan Perempuan akan menghalangi/menghambat doa seseorang kapan saja mereka lewat di depan nya, yang tiba-tiba memutuskan antara orang yang berdoa itu dengan kiblah." Aku terkejut mendengar haditss pendek seperti itu dan tidak pernah mengulangi nya dengan harapan diam akan menghapus Haditss ini ke luar dari pikiran ku. Aku bertanya, " Bagaimana mungkin Nabi berkata seperti itu Haditss yang sangat menyakiti aku... bagaimana bisa Muhammad yang terkasih menyakiti anak perempuan kecil yang sedang dalam perumbuhan, yang sedang mencoba untuk membuat dia sebagai pilar/sandaran/role of model dari mimpi romantis nya." ( Perempuan di dalam Islam, p. 82)

Mernissi mengalami suatu pergolakan di dalam pikirannya. Namun di samping jasa nasionalis yang mengijinkan para perempuan untuk mendapatkan pendidikan, Mernissi mengakui bahwa banyak gagasan Nasionalisme Arab yang masih belum terselesaikan. Poligami waktu itu belum dilarang, perempuan tidak bisa mencapai status yang sama (equal) dan demokrasi belum mapan di Dunia Arab.

Saat ini, Mernissi telah memperoleh s2 (master) nya dalam bidang politik dari Universitas Muhammad V di Rabat, Maroko, dan s3 / Phd dari Universitas Brandeis di Amerika tahun 1973. Disertasi nya, Beyond the Veil (Di luar Selubung), menjadi suatu buku pelajaran dan suatu acuan kunci di Barat tentang perempuan dan Islam.

Dan pada saat ini, dia bekerja sebagai seorang pemberi ceramah/ dosen Sosiologi pada Universitas Muhammad V Rabat di mana dia lulus. Dia terkenal sebagai Muslimah Pejuang hak wanita di Afrika Utara dan seorang aktifis terkemuka di Dunia Islam.

Pemikiran dan Karya Fatima Mernissi


Aku ingatkan bahwa Karya Mernissi berasal dari pengalaman individu nya yang mendorong nya untuk melakukan riset historis tentang berbagai hal yang sudah mengganggu pemahaman religius nya. Sebagai contoh, di buku nya The Veil and Male Elite yang kemudian ia revisi kembali menjadi Women and Islam: A Historical and Theological Enquir (Wanita-Wanita Dan Islam: Suatu Enquir mengenai agama Dan histories), penyelidikan nya tentang teks Alqur'an yang suci dan Haditss didasarkan pada pengalaman individu nya, perihal kejadian kasus Haditss pembenci wanita yang menyamakan posisi seorang wanita dengan anjing dan keledai itu .

Kesedihan Mernissi menjadi lebih dalam saat dia mendengar tentang Haditss mengenai kepemimpinan wanita. Motivasi nya untuk menyelidiki Haditss semacam itu dengan serius dipicu oleh Haditss yang diucapkan oleh seorang pedagang di pasar yang menafikan kepemimpinan wanita. Dikejutkan oleh pertanyaan nya, pedagang itu mengutip Haditss yang mengatakan bahwa " tidak ada keselamatan di dalam masyarakat yang dipimpin oleh wanita." Bagi nya, hal ini menandakan bahwa Haditss-haditss di alamatkan kepada komunitas masyarakat muslim dan oleh karena itu kepemimpinan wanita masih dapat dibantah/ diperdebatkan di samping kasus Benazir Buttho yang menjadi perdana menteri Pakistan dan di samping fakta bahwa Alqur'an membahas kepemimpinan Ratu Bilqis.

Dia juga consern dengan perihal lain: hijab. Topik hijab telah mendominasi karier intelektual nya. Hujab, adalah sebuah instrumen pembatasan, pemisahan dan pengasingan yang digunakan untuk menjaga wanita-wanita ke luar dari area publik. Baginya, Hijab berarti pemisahan dan digunakan sebagai suatu medium pernyataan heirarchy antara para penguasa dan masyarakat.

Dia mengkomunikasikan pemahaman nya melalui penafsiran Alqur'an dan Haditss dan melalui riset historis dan analisa kemasyarakatan. Gol nya adalah untuk menyampaikan sebuah penafsiran alternatif melalui bukunya The Forgotten Queen in Islam (Ratu yang terlupakan dalam Islam) dan Islam and Democracy (Islam dan Demokrasi). Di dalam karya-karyanya ini dia mencoba untuk menunjukkan bahwa cacat di dalam Pemerintah Arab tidaklah inheren (yang tidak bisa dipisahkan) dengan pengajaran religius, tetapi ada kaitannya dengan manipulasi pengajaran religius para penguasa untuk kepentingan mereka sendiri. Meskipun demikian, Mernissi mempertahankan Negara-Negara Arab ketika mereka difitnah oleh pers barat ( lihat Islam Dan Demokrasi p. 26).

Dalam kebanyakan karya nya, dia mencoba untuk menggambarkan bahwa pengajaran religius dapat dengan mudah digerakkan dan untuk alasan itu, dia percaya bahwa tekanan (kepada) perempuan bukanlah bagian dari pengajaran Islam yang sesungguhnya. Itulah mengapa dia hati-hati untuk tidak menentang tradisi suci. Kebanyakan dari artikel nya mengenai perempuan menyatakan masalah-masalah ini. Kita dapat lihat ini, sebagai contoh, di dalam buku nya Rebellion's Women and Islamic Memory (Pemberontakan para Wanita Dan Memori Islam), ( London& New Jersey: Zed Buku, 1996).

Kesimpulannya, artikel-artikel nya kaya akan analisa sosiologi kemasyarakatan. Dalam karya-karyanya tersebut di atas dan dalam disertasinya, Beyond the Veil (Di luar Selubung), dia tulis secara rinci tentang riset nya atas Perempuan Maroko dan tentang batas seksual yang ditujukan pada perempuan. Meskipun demikian, perjuangan intelektual dan pengalaman nya dapat dilihat sebagai wakil/contoh masalah/problem muslim secara umum.

Perjalan dan Perjuangan Sunan Kalijaga

Salah satu wali yang sangat terkenal bagi orang jawa adalah sunan kali jaga.ketenaran wali  ini adalah karena beliau seorang seorang ulama yang sakti dan derdas .beliau juga seorang negarawan yang  “mengasuh” para raja beberapa kerajaan islam .selaian itu sunan kali  jaga juga di kenal sebagai budayawan yang santun dan seniman wayang yang yang hebat. Bahkan sebagai orang jawa menganggap sebagai guru agung dan suci di tanah jawi .Ajaran spiritual Sunan Kalijaga kepada masyarakat jawa di Antaranya adalah kidung Rumeksa ing Wengi .Kidung ini merupakan sarana dakwah dalam bentuk tembang yang popular dan menjadi semacam Kidung wingit karena di percaya membawa tuah seperti mantra sakti,dakwah itu di rangkai menjadi sebuah tembang bernetrum Dhandang gula dan seolah-olah sampai saat ini “abadi” sepanjang zaman.Pendekatan kanjeng sunan Kalijaga dalam menyiarkan dakwah islamiyahnya dengan pendekatan cultural ,sehingga nendapatkan simpati dan empati dari kalangan yang sangat luas .sacara pelan-pelan kelompok Syariat cultural yang di wariskan sunan Kalijaga ini membangun basis gerakan di relung-relung pedesaan dan pegunungan,dari sinilah yimbul momunitas islam  Kejawen ,sebuah kelompok social yan berusaha melaksanakan ajaran agama lebih independen ,terbuka dan toleran .

SUNAN KALI JAGA 
Sunan Kali jaga lahir abad ke 14 atau pertengahan abad ke 15.terkenal sebagai seorang wali yang 1 berjiwa besar ,berpandangan jauh berplkiran tajam ,lntelek ,serta berasal dari jawa asli  .Nama kali jaga berasal darl rangkaian bahasa arab Qodi Zaka yang berarti pelaksana dan membersihkan.Qodi Zaka yang kemudian menurut lidah dan ajaran menjadi kali jaka berarti pemimpin atau pelaksaan yang menegakkan kebersihan atau kesucian.


Sunan kali jaga bernama asli Raden Mas  syahid dan kadang-kadang di juluki Syekh Malay,Ayahnya bernama Raden Sanur Tumenggung wilatika yang menjadi bupati Tuban,Sedang ibunya bernama Dewi Nawangrum,daerah Dakwah Sunan Kalijaga tidak terbatas ,bahkan sebagai mubaligh ia berkeliling dari satu daerah ke daerah lain ,Karena system dakwahnya intelek dan actual .maka bangsawan dan cendekiawan sangat simpati terhadapnya,demikian juga lapisan masyarakat awam ,bahkan penguasa.dalam melaksanakan pemerintahan kesultanan demak bintoro ,Raden fatah Sangat menghargai berbagai nasihat dan petunjuk Sunan Kali jaga dalam pemerintahkan demak ,di samping sebagai ulama dan juru dakwah ,Sunan Kali jaga juga penasihat kesultanan Demak bintoro ,Ketika para wali memutuskan untuk mempergunakan pendekatan cultural kepada masyarakat ,termasuk di antaranya wayangdan gamelan sebagai media dakwah ,maka orang yang paling berjasa dalam hal ini adalah Sunan Kalijaga ,Atas jasa-jasanya Raden Fatah Sebagai penguasa ke sultanan Demak Bintoro menghadiahkan sebidang tanah di sebelan tenggara Demak sebagai Negara perdikan (bebas pajak).yang di peruntukan bagi ahli waris dan keturunanya sunan kali jaga  

Jasa-jasa Sunan Kalijaga 
A.Sebagai Da’I (mubaligh)
Beliau di kenal sebagai seorang yang dapat bergaul dengan segala lapisan  masyarakat,Dari kalangan Bawah sampai kalangan atas,Jika para wali lain kebanyakan hanya berdakwah di daerahnya saja yaitu mendirikan padepokan atau pesantren maka sunan kali jaga ini di kenal sebagai mubaligh keliling yang kondang,Dengan memanfaatkan kesenian rakyat yang ada beliau ahli menabuh gamelan,pandai menciptakan tembang yang kesemuanya itu di pergunakan untuk kepentingan Dakwah.Terhadap adat istiadat rakyat beliau tidak langsung menentang secara tajam yang akhirnya hanya membuat mereka lain dan enggan mengenal lslam .Beliau dekati rakyat yang msh awam ,yang masih nerpegang pada adat lama dan di berikanya adat lama itu warna islam,dengan caranya yang luwes tersebut maka banyaklah orang jawa yang bersedia masuk agama islam. 

B.Sebagai ahli seni
Diantara keahlian Sunan  Kalijaga ialah  beliau itu kreatif dalam segala cabang seni di antaranya :2
1.Beliaulah yang pertama kali menciptakan baju taqwa ,baju  taqwa ini akhirnya di sempurnakan oleh Sultan Agung .
2.Sunan Kali jagalah yang memerinyahkan Ki Padanarang atau sunan  tembayan untuk membuat Bedhug,yaitu semacam drum  besar  untuk memanggil orang supaya berkumpul di Masjid . Sesuai dengan falsaeah Bedhug itu adalah “Deng-deng-deng –isih sedeng(masih muat),yaitu di dalam masjid masih muat atau cukup untuk shalat berjamaah ,Kenthongan langgarberbunyi”Thong-thong-kothong(atau masih kosong)
3.)Gong sekaten Adalah ciptaan Sunan Kalijagayang mempunyai falsafah mengajak orang masuk islam ,yang mempunyai bunyi jika senua gamelan itu bila di bunyikan bersama akan membentuk suara kesatuan yang unik yaitu”Nong-ning,nong kono kene pumpung mumpung ,Pul –pul ,Ndang-ndang –tak ndang ndang-ndang tandan ngur jegur.

C.Membangun Ahlakul karimah
Dalam Berdakwah ,Sunan Kalijaga selalu mememtingkan aspek ahlakul karimah yang bisa menjadi sauri tauladan bagi masyarakat umum.Beliau mampu mengadopsi konsep –konsep islam dengan konsep-konsep kejawen .konsep kejawen adalah elemen dasar yang membentuk “kosmos” masyarakat jawa.Unsur-unsur kejawen di bangun lewat  percampuran antar berbagai elemen yang juga datang dari luar .islam tidak saja di lihat sebagai unsure yang universal tetapi juga akomodatif.Sementara kebudayaan local tidak di pandang sebagai unsure rendah yang harus mengalah kepada islam ,sebab jenius setempat(local jenius ini juga bisa menolak terhadap unsure-unsur baru .budaya jawa kejawen memahami kepercayaan pada berbagai macam roh yang tidak kelihatan yang dapat menimbulkan bahaya seperti kecelakaan atau penyakit apabila mereka di buat marah atau penganutnya tidak hati hati ,untuk melindungi semua itu ,orang kejawen memberi sesajen yang biasanya di gunakan mengelakkan kejadian-kejadian tersebut.

D.Mengamalkan Amar Maruf
Dakwah islamiyah yang di lakukan oleh para wali khususnya kanjeng Sunan Kalijaga selalu menekankan pada aspek “amar makruf nahi mungkar” berarti mengajak umat islam untuk selalu menjalankan perintah ALLAH dan berusaha untuk menjauhi laranganya Namun demikian supaya tidajk terjadi guncangan Wali Sanga itu terlebih dahulu mmengutamakan kepada aspek amar makruf,baru kemudian menginjak pada saspek nahi mungkar,sehingga akomodatif terhadap segala aspirasi yang berkenbang   .Salah satu sarana dakwah para wali adalah menciptakan wayang .menurut Ki Siswoharsoyo,berpendapat dalam bukunya “S
Erat Guna Tjara Agama”,yang hukumnya mubah adalah gambar-gambarcyang menerangkan pelajaran ,hiasan runah,gambar hutan,pegunungan hewan dan lain sebagainya ,yang hukumnya makruh ialah semua gambar yang melangar kesusilaan dan mendorong pada perbuatan menyeleweng ,seperti gambar telanjang dan lain sebagainya ,yang hukumnya musrik,yaitu gambar-gambar penyebab adanya pemujaan yang akan menipiskan iman ,Sebab pemujaan norang banyak terhadap wayang Beber waktu ,tidak saja di selengarakan saji-sajian ,yeyapai sampai beritikad bahwa dengan wayang Beber itu orang menolak bahaya yang menimpa,Oleh karena itu dengan timbulnya Wayang Purwa pada zaman Demak ,artinya para wali berhasil memberantas kemusrikan besar sekali ,walu demikian karena kebijaksanaanya rakyat tidak apa-apa ,para wali membangun Wayang kulit itu bukan sekedar memberantas kemusrikan saja,tetapi terutama untuk mengajarkan apakah sebenarnya agam islam itu,kemudian mau memeluk dan mengamalkannya.

Punk sebagai Gaya Hidup Resistensi

Minggu, 13 Juni 2010

Audifax dalam Alfathri Adlin (2006:122) mengkategorikan kelompok punk sebagai salah satu bentuk gaya hidup alternative, punk bertujuan untuk membedakan diri, menunjukkan perilaku yang berlandaskan perlawanan terhadap arus mainstream. Contoh perlawanan yang dilakukan oleh punk terhadap budaya mainstream antara lain punk menentang gaya potongan rambut dengan menciptakan model potongan rambut yang biasa disebut mohawk. Mohawk adalah potongan rambut anak punk yang dibentuk seperti bulu tengkuk kuda yang dibuat berdiri. Perlawanan punk juga terlihat dalam pakaian yang dikenakan. Punk memakai pakaian yang terlihat mencolok dengan berbagai aksesoris pin dan paku yang menempel sehingga nampak berbeda dengan gaya pakaian remaja pada umumnya. Audifax dalam Alfathri Adlin (2006:122) juga mengatakan “Ini adalah sebuah gaya dalam subkultur yang sarat dengan keberartian yang dijelmakan dengan ‘melawan yang alami’, memotong proses ‘pewajaran’. Secara demikian, gaya menyerang ‘mayoritas diam’, menyanggah prinsip kesatuan, kepaduan, menentang mitos konsensus”.

Gaya hidup resistensi punk hanya berlaku bagi subkultur punk itu sendiri. Jenkins dalam David Chaney (1996:81) membedakan antara gaya hidup dan subkultur dalam hal mode pakaian sebagai suatu hal yang sulit, sebab “Konsep kultur…menunjukkan suatu hubungan tetap dan sering kali menyimpang dari angan-angan budaya dominan”. Sedangkan gaya hidup tidak mengharuskan adanya nilai-nilai resistensi. Gaya hidup bisa saja berupa perilaku yang selalu mengikuti arus budaya mainstream untuk membangun identitas diri yang berbeda dari kelompok lain. Gaya hidup yang mengikuti arus budaya mainstream oleh Audifax disebut sebagai gaya hidup diferensiasi, contohnya gaya hidup para artis yang selalu dapat menjadi trend fashion dan diimitasi penggemarnya. Daripada menciptakan gaya hidup sendiri seperti yang dilakukan oleh punk, mereka lebih memilih untuk menciptakan gaya hidup yang mengikuti arus mainstream. Gaya hidup seperti ini sangat bertolak belakang dengan gaya hidup resistensi punk.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa anak punk yang dapat dikenali lewat penampilan (style) mereka yang unik mulai dari pakaian dan rambut merupakan gaya hidup resistensi yang melawan arus budaya mainstream. Pada satu sisi penampilan tersebut dapat menimbulkan rasa bangga bagi pemakainya, tetapi bagi orang lain akan memandangnya aneh dan menyeramkan.

Pandangan Perempuan Dalam Wacana KeIslaman

Jumat, 04 Juni 2010

Bismillahirrahmanirrahiim

Manusia adalah makhluk soisal, hal ini disadari benar oleh Islam karenanya Islam sangat mencela individualistis dan sebailiknya sangat menekankan pembinaan dan semangat ukhuwah (kolektivisme), bahkan semangat ukuhuwah merupakan salah satu risalah islam yan sangat menonjol.
Pendidikan merupakan salah satu pilar pembelajaran untuk mendidik dan mencerahkan umat manusia. Pembelajaran menempati posisi penting dan strategis dalam khasanah pendidikan baik pendidikan umum maupun Islam. Spirit keagamaan, semangat keikhlasan, kemandirian, perjuangan membangun, dan semangat mempertahankan jalinan merupakan khasanah yang walau bagaimanapun harus tetap dipertahankan meski trend modernisme yang serba materialistik dan hedonistik tengah menyeruak dari kerubutan semak-semak. Melalui tulisan sederhana ini, saya hanya ingin berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang upaya membangun nuansa keadilan antara lelaki-perempuan sebagai salah satu ibadah mu’amalah yang menjadi ajaran Islam.


Sebagai mana kita ketahui, sebelum Islam datang (zaman jahiliah) kedudukan kaum wanita sangat direndahkan. Setelah agama Islam datang, diseimbangkan (dinaikan) derajatnya.

Kalau Islam menetapkan hak dan kewajiban bagi pria maupun wanita ada yang sama dan ada yang berbeda, itu tidak mempersoalkan kedudukanya, tetapi fungsi dan tugasnya. Menurut ajaran Islam, pada dasarnya Allah SWT menciptakan manusia, baik pria maupun wanita, semata-mata ditujukan agar mereka mampu mengabdi kepada-Nya, sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, “Dan, tidak aku ciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.”(adz-Dzaariyat:56)

Islam adalah suatu agama yang lengkap dan sempurna yang dibawa Rasulullah saw untuk mengatur hidup dan kehidupan manusia agar memperoleh kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia dan akhirat. Maka, kedudukan, hak, dan kewajiban wanita ada yang sama dan ada pula yang berbeda dengan pria. Dalam banyak hal, wanita diberikan hak dan kewajiban serta kesempatan yang sama dengan pria. Namun, dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan kodrat dan martabat wanita, Islam menempatkan sesuai dengan kedudukanya.

Dilihat dari peranannya, secara garis besar wanita mempunyai kedudukan berperan ganda. Peran tersebut dibagi menjadi dua, yaitu peran dalam rumah tangga (domestik) dan peran dalam masyarakat (di luar rumah).


1.    Peranan Wanita dalam Rumah Tangga
Dilihat dari kedudukan, tugas, dan fungsinya dalam rumah tangga, wanita memiliki peran ganda, yaitu sebagai hamba Allah, sebagai anggota keluarga, ibu rumah tangga, istri, pendidik anak-anak, dan sebagai pemelihara kesehatan masyarakat.

2.    Peran Wanita dalam Masyarakat
Pergaulan dalam masyarakat berarti pergaulan di luar rumah tangga sendiri. Masyarakat itu sangat luas, dimulai dari tetangga kanan kiri, masyarakat tingkat rukun tetangga (RT), rukun warga(RW), kelurahan, kecamatan, terus keatas hingga tingkat nasional. Sebagai seorang istri yang muslimah, ia harus pandai bertata krama dalam masyarakat sesuai petunjuk ajaran Islam. Artinya, bagaimanapun luasnya pergaulan, ia tetap harus memperhatikan rambu-rambu atau aturan yang telah digariskan.

Adab muslimah terhadap tetangga antara lain :
-    bersikap ramah dan senantiasa berlapang dada,
-    saling menolong dan bantu-membantu,
-    manguatkan tali silaturahmi,
-    saling menjaga kehormatan dan nama baik,
-    menjenguk di kala sakit dan menyenagkan hatinya di kala susah,
-    menjaga aib dan jangan suka menyelidiki rahasia tetangga,
-    saling menasihati bila dipandang perlu sebagai tanggung jawab dalam amar ma’ruf nahi munkar, dll.

Sebagai warga masyarakat, seorang muslimah tidak lepas dari kewajiban-kewajiban di dalam lingkungan masyarakat. Kalau mampu dan memungkinkan, ia bisa berperan aktif dalam masyarakat. Sebagai warga negara, ia mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam tanggung jawabya dalam membangun bangsa dan negara. Rasulullah bersabda, “wanita itu tiang negara. Apabila wanita-wanitanya baik, baiklah negara. Akan tetapi, apabila wanitanya rusak, rusak pula negara itu.”

Begitu juga dalam ranah keislaman, mengajak kepada yang ma’ruf dan melarang yang munkar adalah tugas bagi semua muslim, lelaki maupun wanita. Hal ini merupakan cirri khas dari lahirnya umat yang terpuji. Dalam Al-Qur’an telah diperantakan :”Jadilah kalian umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf,  mencegah dari munkar, dan beriman kepada Allah”. (Qs.Ali Imron:110).

Wanita telah terbebani tanggung jawab beramal ma’ruf nahi munkar sejak dia mengikrarkan diri masuk Islam. Karena itu, hendaknya mereka segera memerintah kepada yang ma’ruf dan melarang yang munkar, belajar dan mengajar, tidak tinggal diam ketika menyaksikan apa saja yang menyeleweng dari kitabullah dan sunnah Rasul.

Jika pria dan wanita mempunyai kewajiban-kewajiban sama dalam hubungan dengannya dengan shalat, zakat, dan menyuruh kepada kebajikan dan mencegah kemunkaran, maka mereka sudah semestinya mempunyai kesempatan pendidikan yang sama.


DAFTAR PUSTAKA

·    Koderi,Muhammad, 1999, Bolehkah Wanita Menjadi Imam Negara, Jakarta : Gema Insani Press

·    Muslikhati, Siti, 2004, Feminisme dan Prempuan Dalam Timbangan Islam, Jakarta : Gema Insani Press

·    Al-Mahali, Abu Iqbal, 2000, Muslimah modern dalam bingkai Al-Qur’an dan Hadits, Yogyakarta : LeKPIM

·    Yamani, Mai, 2000, Perspektif hukum dan sastra Feminisme dan Islam. Nuansa

Punk sebagai Budaya Tandingan (Counter Culture)

Selasa, 01 Juni 2010

Subkultur merupakan bagian dari kebudayaan dominan yang dianut oleh sebagian tertentu dari masyarakat pendukung kebudayaan dominan atau mainstream. Subkultur tersebut bisa saja sesuai dengan budaya mainstream, atau mungkin bertentangan dengan nilai-nilai budaya mainstream dan  menjadi counter culture (budaya tandingan). Walaupun bertentangan, budaya tandingan tidak selalu buruk. Menurut Hans Sebald dalam Soerjono Soekanto (1990:92) budaya tandingan bisanya timbul karena terpenuhinya syarat-syarat sebagai berikut :

1)    Suatu bagian dari masyarakat atau kelompok sosial tertentu sedang mengahadapi masalah yang bukan merupakan persoalan yang dihadapai oleh warga-waraga lainnya.

2)    Menurut Rubington dan Weinher budaya tandingan harus mencerminkan :
…a common understanding and prescribed ways of thinking, feeling, and acting when in the company of one’s own deviant peers and dealing with acting when in the company of one’s own deviant peers and dealing with representatives of the conventional world. Once these deviant (counter culture come into being, and flourish, they have consequens for their bearers and conventional outsiders well.
(Sebuah cara pemahaman dan penentuan yang lazim dari pikiran, perasaan, dan tindakan dalam suatu kelompok orang yang mempunyai teman sebaya yang menyimpang dan berhububgan dengan wakil dunia yang umum. Sekali para penyimpang ini melawan budaya menjadi bentuk kehidupan, dan berjalan baik, mereka mempunyai dampak bagi pembawa pesan mereka dan juga orang di luar mereka).
3)    Anggota-anggota kelompok sosial yang menimbulkan budaya tandingan mempunyai taraf keterlibatan tertentu yang dianggap signifikan.
4)    Adanya suatu lembaga total (total institution) yang menangani mereka, seperti yang diungkapkan oleh Erving Goffman “…a place where people live and work with a large number of like-situated persons, where they are, cutt-off from the broader society for signifikan periods of time, and where they lead and enclosed, fonnaly administered life”. (…suatu tempat tinggal dan bekerja di dalamnya sejumlah individu dalam situasi sama, terputus dari masyarakat yang lebih luas untuk jangka waktu tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkungkung dan diatur secara formal).

Pengertian punk sebagai counter culture terhadap budaya mainstream dikemukakan oleh Craig O Hara dalam Philosophy Of Punk (Thya, Keep punk a live, www.pikiranrakyat.com) menyebutkan tiga definisi punk yaitu: 1) punk sebagai trend remaja dalam fashion dan musik; 2) punk sebagai keberanian memberontak dan melakukan perubahan; 3) punk sebagai bentuk perlawanan yang “hebat” kerena menciptakan musik, gaya hidup komunitas dan kebudayaan sendiri.
1)    Punk sebagai trend remaja dalam fashion dan musik.
Punk memang lebih terkenal dari segi fashion dan musik (kecuali bagi negara asal punk muncul) seperti yang diungkapkan oleh Rouse dalam Malcolm Barnard (1996:185) “Punk muncul untuk dikembangkan sebagai suatu reaksi atas komersialisasi besar-besaran musik dan fashion bagi kaum  muda”. Dalam fashion segala atribut dan aksesoris punk telah diadopsi oleh kaum muda sebagai trend. Contohnya seperti fashion punk yang identik dengan jaket kulit dan celana jeans ketat yang lusuh, sepatu boot, memakai rantai dan spike, serta gaya rambut mohawk ala suku Indian yang dicat dengan warna-warna terang.

Punk juga dikenal sebagai musik pemberontakan. Jenis musik komunitas underground ini adalah turunan dari jenis musik rock. Melalui musik turunan rock yang bertempo tinggi mereka mengemukakan kemarahan pada kapitalisme, militerisme, fasisme, dan rasisme yang dianggap sebagai tindak penindasan. Punk berusaha menyindir para penguasa dengan caranya sendiri, melalui lagu-lagu dengan musik dan lirik yang sederhana namun terkadang kasar, beat yang cepat dan menghentak.

2)    Punk sebagai keberanian memberontak dan melakukan perubahan.
Kemunculan punk adalah suatu bentuk resistensi terhadap budaya yang sudah mapan di Inggris. Punk berusaha menentang semua budaya mainstream yang dikuasai oleh borjuis dan melawan segala bentuk kapitalisme.
Apa yang dianggap kotor atau jelek oleh masyarakat dominan, maka oleh punk akan dianggap sesuatu yang baik dan layak. Seperti yang dikatakan oleh Dick Hebdige (1999:212) “Objek-objek yang paling kotor mendapat tempat dalam ansambel punk. Seperti peniti yang dikeluarkan dari konteks ‘utilitas’ domestiknya dan dikenakan sebagai ornament yang mengerikan di sekitar pipi, kuping atau bibir”. Sebagian punk memakai rantai, anting, gembok, sepatu boot atau sepatu militer yang merupakan bentuk perlawanan mereka terhadap kemapanan yang sudah ada.

3)    Punk sebagai bentuk perlawanan yang “hebat” karena menciptakan musik, gaya hidup, komunitas, dan kebudayaan sendiri.

Punk telah mampu menciptakan budaya sendiri dengan membentuk sebuah bangunan budaya baru atau subkultur bagi para pemuda. Budaya yang diciptakan oleh punk merupakan budaya yang melawan budaya mainstream. Sebagai budaya resistensi, punk cenderung disebut sebagai counter culture terhadap budaya mainstream. Budaya mainstream disini adalah budaya yang menguasai arus dominan yang sudah disepakati oleh umum baik dalam hal musik, fashion, gaya hidup maupun perilaku.

Budaya punk hanya berlaku bagi komunitas mereka sendiri. Punk tidak menyukai bila ada orang yang dari luar komunitas dengan sengaja meniru atau mengenakan segala atribut dan aksesoris yang menjadi identitas punk. Apabila budaya dan gaya hidup punk telah disamai atau diimitasi oleh masyarakat umum, maka punk akan berusaha menciptakan budaya baru yang lain agar terlihat berbeda dengan budaya yang sudah ada.

Jadi definisi punk menurut Craig O Hara mencakup 3 hal yaitu : pertama punk sebagai trend remaja dalam fashion dan musik, kedua punk sebagai keberanian memberontak dan melakukan perubahan, dan pengertian ketiga punk sebagai bentuk perlawanan yang “hebat” karena menciptakan musik, gaya hidup, komunitas, dan kebudayaan sendiri. Ketiga definisi yang diungkapkan oleh Craig O Hara ini telah memberikan gambaran mengenai punk yang lebih menyeluruh.

Pengakuanterlarang.com Bikin Guncar

Sabtu, 22 Mei 2010

Temen-temen semua udah tahu belom tentang program di acara televisi yang bernama pengakuanterlarang.com?

Situs pengakuanterlarang.com sendiri adalah situs di mana para user bisa membuat suatu pengakuan akan perbuatan terlarang yang telah mereka lakukan. Tentunya dengan memakai identitas samaran.
Dan acara Global TV “Pengakuan Terlarang” yang tayang setiap hari Senin pukul 11.30 WIB akan menayangkan seputar pengakuan-pengakuan yang telah disubmit oleh para user situs pengakuanterlarang.com

Banyak pengakuan pengakuan terlarang yang dapat kita temukan disana yang kebanyakan berisi tak jauh mengenai seks.

Lalu bagaimana anda bisa memulaianya, OK sob...buat kamu-kamu yang mau mengakui suatu pengakuan yang mungkin kamu anggap tabu, g bener, g sopan atau senonoh terserah apa kata orang deh...kamu bisa mengakuinya di program pengakuanterlarang.com. Disan data loe dijaga kerahasianya ko. Guwe aja mau ikut dalam acara pengakuan terlarang tersebut. Kira-kira pengakuan yang cocok apa ya?
Apakah kamu juga ingin membuat pengakuan terlarang?
Silahkan menuju ke TKP di pengakuanterlarang.com.

Akibat Pergaulan Bebas

Minggu, 16 Mei 2010

Add caption
Produser film H. Firman Bintang mengaku kaget saat mendengar kabar MUI ingin menarik peredaran film AKIBAT PERGAULAN BEBAS hanya gara-gara judul film yang dibintangi Uli Auliani itu yang dianggap menyesatkan.

Tentu  tidak mudah bagi Firman untuk memenuhi keinginan MUI karena film itu sendiri telah beredar selama dua minggu dan mendapat respon yang baik dari masyarakat yang telah mendekati 300 ribu penonton.
wah ada-ada saja serba serbi permasalah ya.....moga-moga aja besok-besok gak kayak gini lagi....
 

© Copyright Contoh PPID 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.