News Update :

Artis Jepara

Unik

Tips

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Wanita Di Sunat, Bahaya dan Perlu Kamu Tahu

Selasa, 13 Maret 2012

Berbeda dengan sunat atau khitan pada laki-laki yang jelas mendatangkan manfaat, antara lain mencegah terjadinya infeksi dan kanker, khitan perempuan sama sekali tidak memiliki manfaat kesehatan; yang ada justru membahayakan dan dapat berisiko kematian.

"Khitan bagi perempuan tidak ada manfaatnya sama sekali. Karena itu, fakultas kedokteran tidak ada yang mengajarkan khitan untuk wanita. Kecil atau tidaknya tindakan yang dilakukan, karena berada dalam area sensitif wanita, hal itu dinilai sangat berbahaya. Mulai dari pembedahan sampai anastesi, yang paling parah dari khitan bisa menimbulkan kematian," kata dr Artha Budi Susila Duarsa, M Kes, dari Lembaga Studi Kependudukan dan Gender Universitas YARSI di sela-sela peluncuran buku Khitan Perempuan: Dari Sudut Pandang Sosial, Budaya,Kesehatan, dan Agama, Selasa (27/7/2010) di Jakarta.

Khitan perempuan menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terbagi atas empat. Tipe 1, yaitu memotong seluruh bagian klitoris (bagian mirip penis pada tubuh pria). Tipe 2, memotong sebagian klitoris. Tipe 3, menjahit atau menyempitkan mulut vagina (infibulasi) dan, tipe 4, menindik, menggores jaringan sekitar lubang vagina, atau memasukkan sesuatu ke dalam vagina agar terjadi perdarahan dengan tujuan memperkencang atau mempersempit vagina.


Meskipun pemberlakuan khitan perempuan di Indonesia hanya pada batas tipe 4, menurut dr Artha, pemotongan klitoris sendiri tidak boleh terjadi.

"Karena klitoris memainkan peran penting dalam meningkatkan kenikmatan seksual seorang perempuan. Selain itu, melalui klitoris, ekskresi kelenjar dapat terjadi di sekitar vagina," kata dr Artha.

Tidak mengubah bentuk klitoris dinilai dr Artha sangat penting karena letak klitoris yang dikelilingi oleh saraf menyebabkannya menjadi sangat peka secara seksual.

"Menghilangkan klitoris akan menurunkan kepekaan perempuan terhadap rangsangan seksual. Klitoris juga berefek pada lubrikasi vagina. Semakin banyak lubrikasi pada vagina, perempuan akan semakin siap ketika penis dimasukkan. Jika tidak ada klitoris, maka vagina akan kering dan masuknya penis akan menyebabkan rasa sakit pada vagina sehingga timbul ketakutan pada perempuan untuk melakukan hubungan badan berikutnya," kata dr Artha.

Hal yang sama juga terjadi jika yang dilakukan adalah infibulasi. Labia minora (kulit luar) juga dipenuhi dengan saraf yang membuat bagian ini sensitif terhadap rangsangan seksual. Seperti klitoris, memotong labia minora juga akan membuat perempuan kurang peka terhadap stimulasi seksual.

"Semuanya ini menyulitkan perempuan untuk mencapai orgasme. Menjahit mulut vagina akan menghambat masuknya penis. Rasa sakit yang dialami perempuan akan mengerikan dan jika penis berhasil melakukan penetrasi, akan menyebabkan pendarahan," kata dr Artha.

Tingginya risiko kematian pada khitan perempuan membuat Pemerintah Indonesia secara tegas melarang khitan bagi perempuan karena melanggar UU Kekerasan terhadap Perempuan.

Peraturan serupa juga diberlakukan parlemen Mesir yang mengesahkan UU tentang pelarangan khitan perempuan. Bagi yang melanggar akan dikenai denda 185 dollar AS sampai 900 dollar AS dan kurungan penjara antara 3 bulan dan 2 tahun. Namun, di Asia, praktik khitan sendiri hingga saat ini masih dilakukan di Pakistan, India, Banglades, dan Malaysia.

Dampak jangka pendek khitan pada perempuan:
1. Perdarahan yang mengakibatkan shock atau kematian
2. Infeksi pada seluruh organ panggul yang mengarah pada sepsis
3. Tetanus yang menyebabkan kematian
4. Gangrene yang dapat menyebabkan kematian
5. Sakit kepala yang luar biasa mengakibatkan shock
6. Retensi urine karena pembengkakan dan sumbatan pada uretra.


http://arulalmy.files.wordpress.com/2009/12/apel-vagina1.jpg
Dampak jangka panjang adalah :
1. Rasa sakit berkepanjangan pada saat berhubungan seks
2. Penis tidak dapat masuk dalam vagina sehingga memerlukan tindakan operasi
3. Disfungsi seksual (tidak dapat mencapai orgasme pada saat berhubungan seks)
4. Disfungsi haid yang mengakibatkan hematocolpos (akumulasi darah haid dalam vagina), hematometra (akumulasi darh haid dalam rahim), dan hematosalpinx(akumulasi darah haid dalam saluran tuba)
5. Infeksi saluran kemih kronis
6. Inkontinensi urine (tidak dapat menahan kencing)
7. Bisa terjadi abses, kista dermoid, dan keloid (jaringan parut mengeras).

Sumber : http://jelajahunik.blogspot.com/2010/08/inilah-bahaya-di-balik-sunat-perempuan.html

Makalah Pengertian pendidik Menurut Langgulung

Kamis, 14 Juli 2011

Pengertian pendidik adalah orang dewasa yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai kedewasaan. Pendidik Islam ialah Individu yang melaksanakan tindakan mendidik secara Islami dalam situasi pendidikan islam untuk mencapai tujuan yang diharapkan.

Menurut Langgulung (1997), pendidikan Islam tercakup dalam delapan pengertian, yaitu At-Tarbiyyah Ad-Din (Pendidikan keagamaan), At-Ta’lim fil Islamy (pengajaran keislaman), Tarbiyyah Al-Muslimin (Pendidikan orang-orang islam), At-tarbiyyah fil Islam (Pendidikan dalam islam), At-Tarbiyyah ‘inda Muslimin (pendidikan dikalangan Orang-orang Islam), dan At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah (Pendidikan Islami).

Pendidik Islam ialah Individu yang melaksanakan tindakan mendidik secara Islami dalam situasi pendidikan islam untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Para ahli pendidikan lebih menyoroti istilah-istilah dari aspek perbedaan antara tarbiyyah dan ta’lim, atau antara pendidikan dan pengajaran. Dan dikalangan penulis Indonesia, istilah pendidikan biasanya lebih diarahkan pada pembinaan watak, moral, sikap atau kepribadian, atau lebih mengarah kepada afektif, sementara pengajaran lebih diarahkan pada penguasaan ilmu pengetahuan atau menonjolkan dimensi kognitif dan psikomotor.

Pengertian pendidikan bahkan lebih diperluas cakupannya sebagai aktivitas dan fenomena. Pendidikan sebagai aktivitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup, sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental, dan sosial sedangkan pendidikan sebagai fenomena adalah peristiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup, sikap hidup, atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak, yang kedua pengertian ini harus bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam yang bersumber dari al Qur’an dan Sunnah (Hadist). Menurut Prof. Dr. Mohammad Athiyah al Abrasyi pendidik itu ada tiga macam :

1. Pendidikan Kuttab

Pendidikan ini ialah yang mengajarkan al Qu’ran kepada anak-anak dikuttab. Sebagian diantara mereka hanya berpengetahuan sekedar pandai membaca, menulis dan menghafal al Qur’an semata.

2. Pendidikan Umum

Ialah pendidikan pada umumnya, yang mengajarkan dilembaga-lembaga pendidikan dan mengelola atau melaksanakan pendidikan Islam secara formal sperti madrasah-madrasah, pondok pesantren ataupun informal seperti didalam keluarga.

3. Pendidikan Khusus

Adalah pendidikan secara privat yang diberikan secara khusus kepada satu orang atau lebih dari seorang anak pembesar kerajaan (pejabat) dan lainnya.

C. Defenisi Ilmu Pendidikan Islam

Ilmu Pendidikan Islam adalah ilmu pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori, tetapi isi lain juga ada ialah :

1. Teori.

2. Penjelasan tentang teori itu.

3. Data yang mendukung tentang penjelasan itu.

Islam adalah nama Agama yang dibawa oleh nabi Muhammad saw, yang berisi seperangkat ajaran tentang kehidupan manusia ; ajaran itu dirumuskan berdasarkan dan bersumber pada al Qur’an dan hadist serta aqal. Penggunaan dasarnya haruslah berurutan :al Qur’an lebih dahulu ; bila tidak ada atau tidak jelas dalam al Qur’an maka harus dicari dalam hadist ; bila tidak ada atau tidak jelas didalam hadist, barulah digunakan aqal (pemikiran), tetapi temuan aqal tidak boleh bertentangan dengan jiwa al Qur’an dan hadist.

Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Menurut Langgulung

Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, Menurut Langgulung pendidikan Islam tercakup dalam delapan pengertian, yaitu At-Tarbiyyah Ad-Din (Pendidikan keagamaan), At-Ta’lim fil Islamy (pengajaran keislaman), Tarbiyyah Al-Muslimin (Pendidikan orang-orang islam), At-tarbiyyah fil Islam (Pendidikan dalam islam), At-Tarbiyyah ‘inda Muslimin (pendidikan dikalangan Orang-orang Islam), dan At-Tarbiyyah Al-Islamiyyah (Pendidikan Islami).

Arti pendidikan Islam itu sendiri adalah pendidikan yang berdasarkan Islam. Isi ilmu adalah teori. Isi ilmu bumi adalah teori tentang bumi. Maka isi Ilmu pendidikan adalah teori-teori tentang pendidikan, Ilmu pendidikan Islam secara lengkap isi suatu ilmu bukanlah hanya teori.
Hakikat manusia menurut Islam adalah makhluk (ciptaan) Tuhan, hakikat wujudnya bahwa manusia adalah mahkluk yang perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dan lingkungan.

Manusia sempurna menurut Islam adalah jasmani yang sehat serta kuat dan Berketerampilan, cerdas serta pandai. Tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia yang menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.

Etika Pendidik dalam Alquran dan al-hadits - Catatan Kaki

Alquran menunjukan agar orang yang berilmu mendidik dan mengajarkan ilmunya dengan sifat; tidak takabur karena hanya Allah yang pantas dibesarkan, berpakaian yang bersih dan rapih, menjauhi perbuatan-perbuatan yang tidak baik, tidak mengharapkan hanya dunia semata, dan bersifat sabar.

Pendidik harus merendah pada perserta didik, bersifat lembut tidak bersifat kasar dan kejam
Kekejian dan kekejaman yang dilakukan pendidik akan berdampak lahirnya adzab, la’nat dan kemarahan Allah Dengan kelembutan pendidik tidak akan muncul sesuatu kecuali hiasan yang menghias keindahan dirinya, dan tidak akan hilang kecuali menghilangkan keaibannya.

Catatan : PROGRAM PENDIDIKAN DAKWAH

Senin, 07 Februari 2011

Berdasarkan uraian yang mendahului, terutama adanya empat aktivitas pokok dalam dakwah islam,kemungkinan epistimologinya dan disiplin keilmuannya,maka dalam dakwah islam ada 4 keahlian / profesi yang terdiri dari ahli tabliqh islam (penyiaran dan penerangan islam,dakwah bil lisan) pengembangan masyarakat islam (dakwah bil hal, aksi amal shaleh,pelembagaan nilai islam) dan manajement dakwah (Penataanndan kepemimpinan lembada dakwah) dengan demikian, jurusan / program studi untuk menopang kebutuhan keahlian dalam kegiatan dakwah dapat dikualifikasikan menjadi 4 jurusan.
A. Tujuan fakultas dakwah
Mendidik calon Muslim cendikiawan (Ulil albab) yang berakidah islam, berfikrah islam dan berakhlak mulia yang memiliki keahlian dan ketrampilan dalam dakwahislam serta berguna bagi masyarakat,bangsa dan negara.
B. Program pendidikan strata I ( S I )
Terdiri dari 4 jurusan dan masing-masung jurusan memiliki program studi:
1. Jurusan komunikasi dan penyiaran islam (KPI)
yaitu tujuannya mendidik Calon muslim yang bersetrata SI supaya memiliki akidah islam yang kuat berfikra islami (berwawasan islam) istiqomah dalam bersikap dan bertindak menurut islam dan memiliki ketrampilan (keahlian) menyampaikan ajaran islam kepada masyarakat baik dengan sarana mimbar ( Khotbah ) maupun media massa (cetak dan audio – visual ) kualifikasi kelulusannya : Ahli tabliq islam dengan menggunakan sarana mimbar dan media komunikasi massa baik cetak,maupun audio visual.
2. Jurusan pengembangan masyarakat ( PMI )
Jurusan ini bertujuan: mendidik Calon muslim yang bersetrata SI supaya memiliki akidah islam yang kuat, berfikra islam (berwawasan Islam) istiqomah dalam bersikap dan bertindak menurut islam dan memiliki ketrampilan (keahlian)menstrasformasikan dan melembagakan semua segi ajaran islam dalam kehidupan keluarga( usroh) kelompok sosial ( jama’ah) dan masyarakat (ummat ) sehingga terwujud khoirul ummah (Masyarakat yang adil dan makmur yang memperoleh ridhoh Allah).
Kualifikasi keahlian lulusannya: ahli pengembangan komunikasi islam dan pengembangna kelembagaan islam.
3. Jurusan manajement Dakwah ( MND )
Bertujuan mendidik calon cendekia bersetrata SI supaya memiliki akidah islam yang kuat, berfikrah Islam ( berwawasan Islam), istiqomah dalam bersikap dan bertindak menurut islam dan memiliki ketrampilan (Keahlian) mengelola lembaga-lembaga dakwah (lembaga yang mengemban misi dakwah islam) dalam rangkah menegakkan kepemimpinan ummat islam yang penuh ukhuwah islamiyah.
Kualifikasi keahlian kelulusannya : ahli manajement,dan organisasi dan pengmbangan dana dakwah islam.
4. Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam ( BPI )
Jurusan Manajement Dakwah bertujuan : mendidik calon muslim cendekia berstrata SI supaya memiliki aqidah islam yang kuat, berfikrah islami ( berwawasn Islam),istiqomah dalam bersikap dan bertindak menurut islam dan memiliki ketrampilan ( keahlian ) membimbing dan menyuluh pengamalan islam dalam kehidupan dan keluarga islam
Kualifikasi keahlian lulusannya : ahli bimbingan dan penyuluhan islam kepada keluarga muslim dengan pendekatan psikologi dan ajaran islam serta konsoltan/psikologi Muslim.
Berdasarkan uraian yang mendahului, maka dakwah sebagai ilmu secar epistimologi sangat signifikan untuk dikembangkan secara akademik sebagai induk ilmu-ilmu sosial dalam perspektif islam yang secara khusus mengkaji sistem transformasi ideal islam menjadi realitas ummatan khairan,juga sebagai ilmu perjuangan islam dan ilmu rekayasa masa depan ummat.

Realitas dan pengembangan pemikiran keilmuan dakwah

Dakwah islam sebagai usaha dan kegiatan orang beriman dalam mewujudkan ajaran islam dengan menggunakan sistem dan cara tertentu kedalm kenyataan hidup perorangan (fardiyah), keluarga (usrah), kelompok (thaifah), masyarakat (mustama’) dan negara (daulah) merupakan kegiatan yang menjadi sebab (intrumental) terbentuk komunitas dan masyarakat muslim serta peradabannya. Tanpa adanya dakwah, maka masyarakat muslim tidak dimungkinkan keberadaannya dengan demikian , dakwah merupakan pergerakan yang berfungsi metansformasikan islam sebagai ajaran [doktrin] menjada kenyataan tata massyarakatnya dan peradabannya yang mendasarkan pada pandangan dunia islam yang bersumber pada al quran dan assunah . oleh karenya dakwah islam mjerupakan faktor dinamik dalam mewujudkan masyarakat yang berkualistas khoira ummah dan dauliyah thayyibah.

Pada sisi lain dakwah sebagai aktifitas transformasi islam sebagai realitas masyarakat , dewasa ini secara internal mengalami penurunan kualitas. Dakwah islam dewasa ini secara internal mengalami penurunan kualitas. Dakwah islam dewasa ini menghadapi tantang eksternal yang serius dari gerakan faham materialisme., liberalisme, sekularisme dan kapitalisme global serta serta gerakaan lain, sosialisme¬¬-komunisme . pemikiran dan ideologi gerakan ini telah masuk kedalam wilayah kehidupan umat islam dalam kehidupan pribadi (fardi). keluarga (usroh) klompok (thifah).
Pakar muslim dalam mengkaji dakwah sesuai dengan bidang ilmunya pada umumnya menyentuh dakwah islam sebagai aktifitas transformasi ideal islam kedalam realiatas ummah sesuai latar belakang disiplin ilmunya masing-masing. pada umumnya pakar dakwah mengkaji dari sisi antologis. aksiologis secara epistemologis masih belum dilakukan secara serius dan mendalam. Pakar muslim menulis banyak karya mengenai dakwah dengan kajian lintas disiplin sesuai dengan bidang keahliannya yang belum disertai dengan alat analisa yang dapat menyatukan disiplin ilmu dakwah didalam kesatuan subtansi keilmuan.
Para ahli tafsir menekankan menekankan pada aspek makna tekstual ayat – ayat dakwah. Para ahli hadist memberikan komentar hadist – hadist nabi SAW yang berkaitan dengan dakwah nabi SAW. Para ahli fiqih mengurai dakwah dari sisi hukum syari’ah. Ahli sejarah menkaji dari sisi prosesnya dakwah berlangsung. Para da’i pemikir menguraikan dari sisi masalah dakwah dan konsep pemecahan baik dari segi setrategi maupun metode dakwak yang relevan.
Proses sestematis keilmuan dakwah jika dilihat dari persepektif indonesia, dewasa ini sedang berjalan melalui gerakan pengembangan dakwah sebagai ilmu dilingkungan kampus di Indonesia. Sehingga dapat dikatakan bahwa perkembangan pemikiran “dakwah sebagai ilmu” di indonesia secara akademik dapat dikatakan cukup mengembirakan. Pada tanggal 17 mei 1994 di IAIN jakarta diselenggarakan pertemuan para dekan fakultas dakwah seindonesia dengan pakar ilmu dakwah dengan maksud mengadakan klarifikasi epistemologis keilmuan dakwah dalam menetapakan jurusan pada fakultas dakwah. Tema sentral pertemuan membahas sistem pendidikan ditinjau dari penjurusan, kurikulum dan metode pendidikannya. Dalam pertemuan itu para pakar ilmu dakwah dan para dekan fakultas dakwah kemudian berasil merumuskan bahwa disiplin ilmu dakwah terdiri dari tiga disiplin utama:
1.    Disiplin ilmu tabliq (komunikasi dan penyiaran islam seta penyuluahn dan pembimbingan islam)
2.     Disiplim pengembangan masyarakat Islam.
3.     Disiplin managemen dakwah.
Pemikiran itu kemudian dilembagakan dalam kurikulm nasional fakultas dakwah 1975. disiplin ilmu dakwah islam dalam struktur kurikulum. Disiplin ilmu dakwah islam dalam struktur kurikulm 1995 memiliki karakteristik tertentu jika dibandingkan dengan kurikulm disilpin dakwah islam sebelumnya.

Tentang Qoidah Kesulitan dan Kemudahan

Qoidah ini adalah cabang dari qoidah “arah-arah yang terdapat suatu hukum yang didalamnya terdapat beberapa tujuan. Qoidah tersebut adalah qoidah yang pokok atau mendasar yang dibagi menjadi beberapa cabang-cabang ilmu fiqh yang banyak jumlahnya dan ibarat dari qoidah tersebut.
Dengan qoidah “ Di hukumnya wajib sarana-sarana yang menghubungkan, mengikut pada dihukuminya wajib tujuan-tujuan tersebut. Dan sesuatu yang membuat perkara wajib itu tidak sempurna kecuali dengannya, maka sesuatu tersebut dihukumi wajib.
Tuntutan pertama : Qoidah ini dengan batasan-batasan yang menghilangkan keumuman, berupa perkara yang menjaga qoidah tersebut.

Qoidah Kesulitan dan Kemudahan

Diibaratkan akal adalah tempat bergantungnya beban hukum, amal adalah tempat bergantungnya hitungan/ukuran, arah bicara Syari’(Allah dan Rosul) kepada mukallaf terkadang bercampur dengan sesuatu yang menurutnya dirasa berat untuk dilakukan.
Pengertian “kesulitan” secara lughot adalah sulit mengangkat sesuatu, dan secara istilah berarti isim benda dari kesulitan,makna ini lebih umum.
Qoidah ini bersumber dari 5 Qoidah yang inti, meliputi ruang lingkup ilmu fiqh, pandangan Ulama’, agungnya hal ini condong pada Imam Syafi’I dengan qoulnya berupa; “Lalat yang jatuh kedalam air yang sedikit, dan keterangan ini mendekati pada Qoidah “Kondisi Dlorurot  memperbolehkan akan suatu hal yang haram”. “Kesulitan” ada 2 macam; tidak keluar dari ibadah dan keluar dari ibadah.
Percabangan dari qoidah ini meliputi tentang kebodohan termasuk udzur, adakalanya bodoh itu di ampuni kadang tidak. Dengan batasan; bodoh yang diampuni adalah bodoh yang termasuk udzur yang bukan hal biasa, jika hal  tersebut tidak dirasa sulit, maka tidak bisa diampuni.

Qoidah Kondisi Dlorurot Memperbolehkan Perkara Haram

Keharaman yang dimaksudkan adalah keharaman dilihat dari sifatnya dan sebabnya. Dan Dlorurot yang dimaksudkan adalah memperhitungkan kemashlahatan umat dan siksa suatu kerusakan.
Dengan adanya ketentuan “Hukum asalnya adalah melihat sedikit banyaknya siksa atau pahala dan sedikit banyaknya manfa’at atau kerusakan yang ditimbulkan”. Tingkatan kesulitan dalam menghasilkan suatu perkara yang diperintahkan itu harus memberi tambahan pahala.
Titik pangkal dari qoidah ini adalah dimana pahala bergantung pada manfa’at apa yang dihasilkan dari kerja keras yang dilakukannya. Sesungguhnya pahala diperhitungkan pada kemshlahatan dari apa yang dikerjakannya bukan dari seberapa sulitnya.

PERBEDAAN ANTARA STRATEGI,METODE DAN TEKNIK PEMBELAJARAN

Belajar adalah proses bagi peserta didik dalam membangun gagasan atau pemahaman sendiri maka kegiatan pembelajaran seharusnya memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk melakukan proses belajarnya secara mudah dan termotifasi.Dalam proses pembelajaran dikenal beberapa istilah yang mempunyai kemiripan makna,sehingga seringkali orsng merasa bingung untuk membedakanya. Istilah tersebut yaitu, strategi,metode,dan teknik pembelajaran.

PENGERTIAN  STRATEGI PEMBEMBELAJARAN
Merupakan cara-cara yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran ,sehingga akan memudahkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat menguasainya diakhir kegiatan belajar. Suatu kegiatan pembelajaran yang harus di kerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Strategi bersifat kanseptual
Contoh strategi pembelajaran,Active Discussion : Untik melatih peserta didik agar mencari argumentasi yang kuat dalam memecahkan suatu masalah yang controversial serta mempunyai sikap demokratis dan saling menghornati terhadap perbedaan pendapat .

METODE PEMBELAJARAN
    Prosedur , urutan , langkah dan cara yang digunakan guru dalam mencapai tujuan pembelajaran .
    Cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran .
    Dan juga alat untuk menyampaikan pesan kepada anak didik .
    Bersifat prosedural.
Contoh:
1.     Metode ceramah
2.    Metode tanya jawab
3.    Metode diskusi
4.    Metode demonstrasi Metode karya wisata (study tour)


TEKNIK PEMBELAJARAN
    Cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.
    Cara konkrit yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung.
    Teknik bersifat implementasi.

MACAM MACAM STRATEGI,METODE,DAN TEKNIK PEMBELAJARAN
    A.Strategi pembelajaran menurut Gagne dan briggs meliputi:
1.    Memberi motivasi atau menarik perhatian
2.    Menjelaskan tujuan pembelajaran kepada siswa
Metode pembelajaran
5.    Metode ceramah
6.    Metode tanya jawab
7.    Metode diskusi
8.    Metode demonstrasi Metode karya wisata (study tour)
Teknik pembelajaran
    Dalam kelas
    Diluar kelas
Perbedaan strategi , Metode dan Teknik Pembelajaran
    Strategi pembelajaran
1.    Merupakan Cara-cara  yang akan dipilih dan digunakan oleh seorang pengajar untuk menyampaikan materi pembelajaran , sehingga akan memudahkan peserta didik mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat  menguasainya  diakhir kegiatan  belajar.
2.    Suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien
3.    Dan strategi masih bersifat konseptual.
    Metode pembelajaran
1.    Adalah prosedur , urutan , langkah , dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran .
2.    Cara yang digunukan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah di susun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.
3.    Dan juga alat untuk menyampaikan pesan kepada anak didik..
4.    Bersifat prosedural.
    Teknik  pembelajaran
1.    Cara yang dilakukan seorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik
2.    Cara konkrit yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung.
3.    Teknik bersifat implementasi.
    Aplikasi Strategi , Metode dan Teknik Dalam  Pembelajaran
     penerapan ini kita bisa memilih suatu strategi mana yang kita anggap lebih nyaman atau lebih baik untuk kita terapkan dalam proses pembelajaran,selanjutnya kita terapkan metode yang cocok untuk materi yang akan kita pelajari.Agar pembelajaran kita dapat di pahami siswa dan dapat berjalan dengan efektif, teknik dalam pembelajaran kita memberikan contoh bagi siswa agar siswa dapat ikut serta dalam suatu kegiatan yang dapat merangsangberfikr dari anak itu sendiri.

Tujuan Pendidikan Dalam : Catatn Kaki

Selasa, 28 Desember 2010

Meski demikian pada dasarnya, yang namanya tujuan khusus dan umum tetap harus ada dalam sebuah sistem pendidikan. Hal ini akan membantu menerangi jalan yang hendak digunakan, dan upaya apa yang harus dilakukan dalam menjalankan roda sistem pendidikan itu. Tujuan pendidikan relatif karena, bila kita merusmuskan satu tujuan maka tujuan yang kita rumuskan tadi pada umumnya akan terus dapat bercabang, menjadi bagian yang lebih kecil dan kecil lagi. Dan yang menjadi catatan penting di sini, semakin umum satu tujuan pendidikan maka akan semakin komplek cara atau metode yang harus digunakan. Ketika menyatakan bahwa tujuan pendidikan mencerdaskan kehidupan bangsa misal, dari penyebutan tujuan saja akan banyak menimbulkan permasalahan. “Mencerdaskan kehidupan bangsa.” Kata sakral yang nampak indah dan enak didengar namun, banyak sekali menimbulkan penafsiran. Ketika baru menyebutkan tujuannya saja sudah memunculkan masalah, apalagi kalau ini hendak diterapkan, masalah pasti semakin bertambah. Maka dari itu satu sistem pendidikan yang baik adalah sistem pendidikan yang memiliki kedua unsur tadi, khusus dan umum. Tidak terlalu umum atau terlalu khusus. Tujuan pendidikan yang terlalu umum akan menimbulkan berbagai problem seperti yang disebutkan sebelumnya. Sedangkan tujuan yang terlalu khusus, menjadikan siswa dapat berhitung misal, tentu menjadikan anak didik hanya akan terpaku pada satu hal kecil saja sesuai besar-kecilnya tujuan khusus itu. Semakin kecil tujuan pendidikan yang hendak dicapai, maka semakin tidak beragamlah pengetahuan yang didapat peserta didik. Jadi tujuan pendidikan akan menemukan bentuk idealnya ketika konseptor pendidikan menemukan tujuan pendidikan berdasarkan tujuan pendidikan yang ada di antara keduanya.

Meskipun masih bersifat umum, tujuan pendidikan yang dikemukakan Herbert Spencer (1860) berikut ini sudah cukup bagus bila digunakan sebagai salah satu motor penggerak jalannya sebuah sistem pendidikan. Dia membagi tujuan pendidikan menjadi lima bagian.
1.Kegiatan demi kelangsungan hidup
2.Usaha untuk mencari nafkah
3.Pendidikan anak
4.Pemeliharaan hubungan dengan masyarakat dan negara
5.Penggunaan waktu senggang
Selain ini, masih banyak sekali tujuan yang lebih khusus dijabarkan dari sebuah sistem pendidikan, dari SD hinga perguruan tinggi. Dari yang rinci sampai yang paling rinci.

Teknologi Pendidikan dalam Keberhasilan Sistem Pembelajaran

Begitu susahnya mengajar dan membuat siswa semangat belajar, atau jika menggunakan perspektif siswa sendiri, betapa sulitnya menumbuhkan semangat belajar dalam diri, karena proses panjang dalam pembelajaran akan memunculkan berbagai macam masalah yang dapat menghalangi dan merintangi tercapainya tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Proses pembelajaran yang tidak singkat itu membutuhkan bermacam cara dan inovasi yang dapat menumbuh kembangkan semangat dan kreatifitas pelajar maupun pengajar.

Sebuah cara dengan memanfaatkan teknologi, baik dari segi fisiknya maupun ide-ide yang ada di dalamnya adalah satu jalan yang baik untuk digunakan dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi dalam sebuah sistem pembelajaran. Teknologi secara`eksoteris yang nampak sebagai wujud fisik peradaban modern maupun secara esoteris sebagai cara-cara non fisik yang menjadi bagian keseharian hidup manusia modern adalah bagian penting dalam pembentukan karakter semangat belajar civitas pendidikan dan pencapaian tujuan sistem pembelajaran yang ingin didapatkan. Dengan catatan bahwa cara dan menggunakan teknologi dengan tepat juga merupakan bagain vital yang ada dalam teknologi pendidikan.

Arti penting teknologi pendidikan akan terlihat di situ sebagai sebuah cara yang menjadikan pembelajaran akan tetap terus dinamis membentuk dirinya. Dinamis dalam keteraturan dan semakin terbukanya peluang bagi sebuah sistem pendidikan untuk mencapai tujuannya. Teknologi pendidikan adalah instrumen penting dalam sistem pembelajaran dalam dunia modern bahkan paska modern. Karena semakin modern satu masyarakat, semakin sistematis pula cara hidupnya. Teknologipun baik yang diterapkan dalam sistem pendidikan maupun di luar itu adalah bagian sistematisasi cara hidup manusia modern yang diteruskan manusia postmodern.

Selain itu, pemanfaatan teknologi dengan tepat berarti mengarahkan satu bagian sejarah ke jalan yang baik dan benar. Teknologi kian lama kian membawa manusia dalam labirin dehumanisasi yang mencoba menghilangkan manusia dari kebermanusiaannya. Manusia yang menggunakan teknologi dengan tanpa tepat guna akan segera menghilang dalam sistem yang dibuat oleh mereka sendiri yang dikendalikan oleh teknologi yang dibuatnya. Terjadilah proses pelapukan manusia di dalam peradaban teknologi yang dibuatnya. Teknologipun akhirnya ada tanpa makna bagi manusia, menjadi candu yang menghilangkan kesadaran manusia sebagai manusia. Menerapkan teknologi dalam sebuah sistem pembelajaran berarti menggunakan teknologi dengan tepat guna.

Pengertian Teknologi dan Media Pendidikan
Secara epistemologis, teknologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu techne dan logos. Techne secara harfiah dapat diartikan sebagai cara, pengetahuan, keahlian, ketrampilan. Dan logos sendiri adalah ilmu. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan sebagai ilmu untuk menggunakan keahlian. Dan kemudian jika teknologi yang biasanya identik dengan bagian-bagian natural scientis, digunakan sebagai bagian dalam pendidikan yang bertujuan menghidupkan kreatifitas anak didik dan pengajarnya, teknologi pendidikan adalah sebuah cara untuk meraih tujuan pendidikan dengan menggunakan media-media teknologi yang dihasilkan manusia untuk membantu menumbuhkembangkan kreatifitas berfikir siswa dalam sebuah sistem pendidikan.
Ada beberapa pendapat yang agak berbeda satu sama lain tentang teknologi pendidikan. Pertama, teknologi pendidikan diartikan sebagai sekedar hardware yang dapat menunjang kegiatan dalam sistem pembelajaran. Hardware sendiri adalah komponen-komponen media teknologi yang dapat digunakan sebagai sarana yang menunjang kemajuan sebuah sistem pengajaran. Media-media tersebut, dapat berupa televisi, radio, internet, komputer, dan bermacam media lainnya.

Kedua, teknologi diartikan sebagai keseluruhan komponen yang ada dalam sebuah sistem pendidikan, baik peralatan-peralatan media teknologi maupun tehnik-tehnik pengembangan yang selalu progres menuju sebuah proses pelajaran yang dinamis sesuai dengan tujuan pendidikan yang hendak dicapai. Sesuai dengan apa yang dinyatakan Prof. Dr. Nasution, teknologi pendidikan adalah perpaduan software dan hardware sistem pendidikan, dengan melihat bahwa mengajar dan belajar adalah masalah yang harus dapat diselesaikan dan dihadapi secara rasional dan alamiah. (Teknologi Pendidikan, 2005).
Sejalan dengan pengertian kedua, teknologi pendidikan melihat bahwa komponen-komponen physically di dalamnya hanyalah sebuah alat peraga yang dapat bermanfaat saat itu dikaitkan dengan sistem pendidikan atau program pendidikan. Atau dengan kata lain, komponen-komponen fisik (hardware) itu baru nampak perannya bila diterapkan sesuai dengan program-program dalam sebuah sistem pendidikan (software).
Sedangkan untuk media pendidikan bila dilihat seksama dengan memperbandingkannya dengan teknologi pendidikan, maka akan nampaklah kesamaan media pendidikan dengan teknologi pendidikan. Dengan catatan, jika itu mengacu pada pengertian teknologi pendidikan yang pertama. Yaitu yang menyatakan bahwa media pendidikan adalah berbagai jenis komponen yang ada dalam lingkungan sistem pengajaran diterapkan untuk merangsang minat pembelajaran atau untuk men-support kegiatan belajar mengajar agar lebih baik dalam pelaksanaanya. Jadi media pendidikan adalah hardware yang biasa digunakan dalam sistem pembelajaran. Meskipun secara harfiah antara teknologi pendidikan dan media pendidikan memiliki arti yang berbeda. Jika tadi di atas disebutkan bahwa secara harfiah teknologi pendidikan diartikan pengetahuan atau cara-cara yang digunakan dalam sistem pendidikan, maka media pendidikan adalah penghantar yang dapat membantu siswa menerima pengetahuan yang diajarkan oleh sebuah sistem pembelajaran. Sesuai dengan kata epistemologinya yang menyatakan bahwa media yang berasal dari bahasa Latin itu berarti sebagai sebuah penghantar, atau perantara.

Meskipun ada perbedaan signifikan ketika melihat perbedaan kedua istilah ini, ketika media dan teknologi pendidikan diartikan secara harfiah, namun jika membaca pengertian media pendidikan yang diberikan oleh Briggs maka kita akan memiliki kesimpulan bahwa keduanya adalah sama. Briggs sendiri menyatakan bahwa media pendidikan adalah alat fisik yang dapat menyajikan pesan-pesan serta merangsang siswa untuk belajar. (Media Pendidikan:1984). Jadi melihat pengertian ini, saya menyimpulkan bahwa antara keduanya tidaklah ada perbedaan secara menyeluruh, baik dengan menggunakan pengertian yang pertama maupun yang kedua. Jika menggunkan pengertian yang kedua, untuk menyimpulkan bahwa keduanya tidak memiliki perbedaan signifikan saya sekedar menambahkan pernyataan bahwa media pendidikan adalah hardware yang digunakan dalam sebuah sistem teknologi pendidikan. Dengan begitu media pendidikan merupakan bagian dari teknologi pendidikan yang ada, jadi ketika melihat hal ini demikian maka tidaklah relevan jika membedakan keduanya secara jelas. Dengan menggunakan pengertian yang pertama kita sama sekali tidak akan mampu membedakannya karena keduanya identik satu sama lain, bahkan memang keduanya entitas yang sama. Dan jika menggunakan pengertian yang kedua maka media pendidikan bukanlah padanan yang tepat bila hendak dibedakan dengan teknologi pendidikan. Sebagai sebuah bagian yang independen mungkin media pendidikan dapat dibedakan dengan teknologi pendidikan. Namun jika sebagai sebuah sistem yang utuh telah menyatu, maka layaknya air dengan jernihnya, keduanya tidak dapat dikatakan sebagai dua entitas yang beda, keduanya sama.
 

© Copyright Contoh PPID 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.