News Update :

Artis Jepara

Unik

Tips

Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Rumusan Definisi Psikologi, Psikologi Khusus, Psikologi Sosial dan Psikologi Terapan

Senin, 29 Maret 2010

psikologi berasal dari kata Psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu pengetahuan. Psikologi berarti ilmu pengetahuan tentang jiwa (ilmu jiwa). Namun sebagian ahli psikologi membedakan antara psikologi dan ilmu jiwa sebagai berikut:
- Ilmu jiwa merupakan istilah bahasa Indonesia sehari-hari yang dikenal tiap-tiap orang (lazim dipahami orang), sedang psikologi merupakan istilah ilmu pengetahuan yang bercorak ilmiah tertentu.

- Ilmu jiwa mempunyai arti lebih luas dari pada istilah psikologi. Ilmu jiwa meliputi segala pemikiran, pengetahuan, tanggapan, khayalan dan spekulasi mengenai jiwa. Psikologi mengetahui ilmu pengetahuanmengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah yang memenuhi syarat-syarat yang disepakatiahli psikologi zaman sekarang.

Menurut Wundt, Psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). Sedangkan Wundworth dan Marquis (1957) mendefinisikan psikologi sebagai ilmu tentang aktifitas-aktifitas individu dalam arti luas, baik aktifitas motorik, kongnitif maupun emosional. baik kesadaran maupun aktifitas merupakan refleksi dari kehidupan kejiwaan.

Psikologi Khusus

Psikologi Khusus ialah p[sikologi yang menyelidiki alam, mempelajari segi-segi kekhususan dari aktifitas-aktifitas pesikis manusia. Hal-hal khusus yang menyimpang dari hal-hal umum. Psikologi khusus meliputi antara lain : psikologi perkembangan, psikologi sosial, psikologi pendidikan, psikologi kepribadian, psikopatologi, psikologi kriminal, psikologi perusahaan dan lain-lain.

Psikologi Sosial

Psikologi sosial merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku individu sebagai fungsi dari rangsang-rangsang social. Ilmu pengetahuan yang dimaksud dalam psikologi sosial hanya mempelajari suatu gejala dalam kondisi-kondisi yang terkontrol, spekulasi-spekulasi yang bersifat perkiraan (armchair) tidak berlaku untuk menyusun teori-teori psikologi sosial. Unit analisis dalam psikologi sosial adalah individu bukan masyarakat maupun kebudayaan. sedangkan rangsangan-rangsangan sosial adalah manusia dan seluruh hasil karya manusia yang ada disekitar individu, termasuk norma, kelompok sosial dan produk sosial lainnya.

Psikologi Terapan

Psikologi terapan merupakan psikologi khusus yang diamplikasikan sesuai dengan bidangnya. Ilmu psikologi dipelajari dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kajian korelatif antara interaksi sosial dengan Citra Diri Manusia.

Interaksi sosial individu berkembang karena adanya dorongan rasa ingin tahu terhadap segala sesuatu yang ada disekitarnya. Interaksi sosisl diartikan sebagai cara-cara individu bereaksi terhadap orang-orang disekitarnya dan bagaimana pengaruh hubungan itu terhadap dirinya. Thibaut dan Kelly (1979) mendefinisikan interaksi sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama. Mereka menciptakan suatu hasil satu sama lain atau berkomunikasi satu sama lain. Setiap kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan mempengaruhi individu lain. Interaksi sosial mula-mula dimulai dari lingkungan rumah sendiri, kemudian berkembang lebih luas lagi kelingkungan sekolah dan dilanjutkan kelingkungan yang lebih luas lagi yaitu tempat berkumpulnya teman sebaya (Muhammad Ali :2005). Kesulitan interaksi sosial dengan teman sebaya sangat mungkin terjadi manakala individu dibesarkan dalam suasana pola asuh yang penuh unjuk kuasa dalam keluarga. Penyebab kesulitan hubungan sosial sebagai akibat pola asuh orang tua yang penuh unjuk kuasa adalah timbulnya rasa takut yang berlebihan pada anak sehingga tidak berani mengambil inisiatif, keputusan maupun tidak berani memutuskan pilihan teman yang dianggap baik.

Pola asuh orang tua yang sangat mengengkang anak pada umumnya masih bisa diperbaiki oleh orang tua itu sendiri, tetapi situasi pergaulan dengan teman sebayanya cenderung sulit diperbaiki. kemungkinan anak yang dibesarkan dalam keluarga seperti itu akan kesulitan beradaptasi dengan situasi yang akan menimbulkan konflik pada dirinya.ada dua kemungkinan kompensasi negatif yang dapat muncul pada anak dalam menghadapi konfliknya itu, yaitu rasa rendah diri yang akan tetap melekat pada dirinya atau anak berbuat berlebih-lebihan. dengan demikian keluarga merupakan peletak dasar interaksi sosial manusia pertama kali.

Jean Pieget berpendapat bahwa permulaan kerjasama dan konformisme sosial semakin bertambah pada saat usia anak mencapai 7 sampai 10 tahun dan mencapai kurva pada saat anak berada diantara umur 9 sampai 15 tahun. Hal ini berarti konformisme semakin bertambah dengan bertambahnya usia sampai permulaan remaja dan setelah itu mengalami penurunan kembali. Penurunan ini disebabkan pada masa remaja semakain berkembang keinginan mencari dan menemukan jati dirinya sehingga konformisme semakin berbenturan dengan upaya mencapai kemandirian atau individuasi.

interaksiyang terjadi antara individu dengan keluarga akan tampil dalam kualitas yang berbeda-beda. kualitas mengacu pada derajad relatif kebaikan atau keunggulan suatu hal. Suatu ionteraksi dikatakan berkualitas jika mampu memberikan kesempatan kepada individu untuk mengembangkan diri dengan segala kemungkinan yang dimilikinya. Williem Stern dalam teori Convergensinya mengkungkapkan behwa pekembangan pribadi manusia itu dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor pembawaan dan faktor lingkungan. kemungkinan pada manusia baru bisa berkembang bila ia bergaul dengan masyarakat. kalau lingkungan tidak memungkinkan berkembang tiap-tiap potensi, maka potensi-potensi itu tidak mungkin juga berkembang (Abu Ahmad :57:1999). Namun demikian, pengaruh sekitarpun ada batasnya, meskipun lingkungan memberi kemungkinan sampai maksimal, tetapi potensi tidak ada, maka tidak mungkin juga bisa berkembang.

Perasaan merupakan daya interaksi yang sangat penting. Perasaqan akan mencerminkan kepribadian seseorang sdalam interaksinya dengan dunia luar. perasaan adalah kondisi psikis yang biasanya selalu menyertai setiap pengalaman dan setiap daya-daya psikis yang lain (Purwanto :1997:39). dalam diri manusia terdapat bermacam-macam jenis perasaan termasuk perasaan harga diri yang merupakan penilaian terhadap tinggi rendahnya diri manusia terhadap manusia lain dalam pergaulan sehari-hari. Perasaan harga diri positif yang berlebihan 9Superior) akan menjadikan orang sombong. Sedangkan perasaan harga diri negatif yang berlebihan (inferior) menjadikan seseorang mempunyai harga diri kurang (minder waardigheids gevoel). perasaan-peraqsaan tersebut sangat dipengaruhi oleh interaksi sosial seseorang dengan lingkungan disekitarnya.

Kebebasan Kemauan Psikologi

Hal-hal yang mempengaruhi kemauan antara lain :
a. Keadaan Fisik, berhubungan dengan kondisi jasmani.
b. Keadaan Materi, yang dimaksudkan adalah bahan, syarat, alat yang diperlukan.
c. Keadaan Pesikis, yang dimaksudkan adalah kondisi jiwa dan mental.
d. Keadaan Milieu (lingkungan), yang dimaksudkan adalah dapatkah dilakukan dilingkugan tertentu.
e. Kata Hati (consciensia), ini benar peranan yang sangat penting. Keputusan hati dapat mengalahkan pertimbangan-pertimbangan yang lain. Sebagai imbangan prlaksanaan, keputusan itu ditempuh dengan sepenuh hati dan dengan seluruh pribadinya.

Kebebasan kemauan :
a. Teori determinisme (determine = menentukan)
Teori ini berpendapat bahwa :
- kebebasan kemauan tidak mungkin ada, semua kejadian termasuk kemauan menusia sudah tertentu, dan terjadinya berdasarkan sebab akibat.
- Semua peristiwa di dunia berlaku menurut rumus-rumus yang telah ada.
- Manusia terbatas dalam menentukan kebebasan kemauan dibatasi oleh pembawaan maupun oleh keadaan.
- Tentang pendidikan; pendidikan adalah sesuatu yang tidak mungkain, paling tinggi orang hanya memberi latihan-latihan kepada anak-anak untuk menghindarkan perbuatan-perbuatan yang tidak baik.
b. Teori In-determinisme
Kaum ini penentang kaum determinisme, pendapat-pendapatnya antara lain :
- pedirian kaum determinisme tidak dapat dipertahankan kebenarannya.
- Manusia tidak hidup berdasarkan hukum-hukum kausalitas (sebab-akibat) tetapi bebas dari kemauanannya.
- Aliran ini mengakui adanya pengaruh hukum sebab akibat pada perbuatan menusia, tetapi bagaimanapun juga manusia bebas merdeka dalam mengambil keputusan kemauan.



Kemaun dalam Psikologi

1. Gejala Kemauan Pada Manusia
Kemauan adalah dorongan dari dalam yang lebih tinggi tingkatannya dari pada instink, refleks, automatisme, kebiasaan, nafsu, keinginan, kecenderungan dan hawa nafsu. Kemauan adalah dorongan dari dalam yang sadar, berdasar pertimbangan pikir dan perasaan, serta seluruh pribadi seseorangyang menimbulkan kegiatan yang terarah pada tercapainya tujuan tertentu yang berhubungan dengan kebutuhan hidup pribadinya.
Ciri-ciri kemauan :
a. gejala kemauan merupakan dorongan dari dalam yang dimiliki oleh manusia, karena kemauan merupakan dorongan yang disadari dan dipertimbangkan.
b. Gejala kemauan berhubungan erat dengan satu tujuan. Kemauan mendorong timbulnya perhatian/minat-minat, mendorong gerak aktivitas kearah tercapainya satu tujuan.
c. Terdapat kesejalanan antara dorongan kemauan – pikiran – perasaan – tujuan dan tindaskan.
d. Seluruh pribadi memberikan pertimbangan, pengaruh dan corak pada perbuatan manusia.
e. Di dalam gejala kemauan terkandung sifat aktif/giat.
f. Gejala kemauan hanya terdapat pada diri manusia.
g. Merupakan tindakan yang disengaja dan disadari.

2. Proses Kemauan
a. proses kemauan menurut meuman
1. adanya motive (alasan).
Asal mula timbulnya motive yaitu :
- ada jenis motive yang dibawa sejak lahir. Misal motive makan, minum, berpakaian, dan sebagainya.
- Ada pula motifve yang dinamakan pada seseorang dengan sengaja yang merupakan latihan-latihan / kebiasaan-kebiasaan/ pengalaman hidup. Misal kebersihan kesehatan, kesopanan dan lain sebagainya.
Sifat-sifat motive yaitu :
- Motive bersifat tetap (tidak berubah, misal motive untuk bergaul).
- Motive selamanya bersifat subjektif.
Macam-macam motive yaitu :
- Motive yang bersifat vital yaitu motive yang berhubungan dengan kebutuhan-kebutuhan organis (organic needs), misal bernafas, makan, minum.
- Motive yang bersifat rohaniah yaitu motive yang berhubungan dengan dunia luar (subjective motive and interest), misal berhubungan dengan manusia, dengan lingkungan.

2. Mempertimbangkan Motive-motive
Di dalam masa persiapan akan terjadi atau timbul bermacam-macam pertimbangan, kesangsian dan macam-macam pertanyaan. Dalam masa ini segala sesuatu dipertimbangkan. Kalau suatu perbuatan dilaksanakan apa untungnya dan apa ruginya, apa baiknya dan apa ruginya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu :
- Hal-hal diluar dirinya, seperti dapat tidaknya tujuan itu ducapai, faktor apakah yang mungkin membantu atau merintangi.
- Hal-hal yang ada pada dirinya sendiri, seperti kemampuan kecakapan, pengalaman, dan lain-lain.

3. Saat Memilih
Memilih bukan pekerjaan yang mudah , karena memilih berarti menentukan menentukan sesuatu hal yang mempunyai arti bagi pemilih. Kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dalam pemilihan yaitu :
a. kalau objeknya megandung hal-hal yang positif /berguna baik, menguntungkan, pemilih dengan tegas menentukan ya, setuju, cocok, dijalankan.
b. Kalau objeknya mengandung hal-hal yang negatif, tak berguna, merugikan, buruk dan sebagainya, pemilih menentukan tidak, ditolak, tak dijalankan, tak dipilih, dihindari dan sebagainya.
c. Kalau objeknya mengandung hal-hal yang positif dan negatif, pemilih akan ragu-ragu dan biasanya pemilih akan menunda penetapan pilihannya untuk sementara waktu, perlu mempertimbangkan segala kemungkinan lebih dalam dan lebih teliti.
d. Alternatif, pemilihan antara kedua kemungkinan yang harus dipilih salah satu. Sudah barang tentu diantara dua hal itu masing-masing harus diperhitungkan baik buruknya, untung ruginya. Dalam kehidupan sehari-hari sering kita jumpai pertanyaan seperti : tidak ada alternatif lain kecuali…..(ini berarti tidak ada pilihan lain kecuali……).
e. Dilemma yaitu didalam menghadapi suatu masalah, orang dihadapkan pada pilihan antara lain saling bertentangan, dan kedua-duanya sama berat atau sama sulitnya.

4. Memutuskan
Memutuskan merupakan langkah terakhir setelah pertimbangan motive dan pertimbangan pemilihan berlangsung. Lama tidaknya pertimbangan tersebut tergantung pada tingkatan masalahnya dan tingkatan pribadinya. Keputusan akan di ikuti tindakan nyata yang bertanggung jawab. Bagaimanapun juga tindakan kemauan sebagai tindakan kelanjutan dari keputusan tersebut harus dipertanggung jawabkan akibatnya. Inilah yang memberikan tugas sukar pada pemilih saat memilih dan memutuskan. Setelah segala pertimbangan dilakukan, keputusan kemauan diambil berdasarkan pertimbangan yang terkuat yang mencangkup pengakuan alasan manakah yang terkuat, alasan apakah ayng akan diturut, dan apa yang harus dipertimbangkan.

5. memutuskan keputusan kemauan
Keputusan memilih sebenarnya terletak pada perbuatan kemauan, artinya keputusan kemauan itu tentu diiringi dengan tindakan kemauan. Sebaliknya apabila tidak diiringi dengan tindakan kemauan, akan sia-sia proses sebelumnya. Karena apabila berhenti pada keputusan kemauan saja, niscaya tujuan kemauan tidak akan tercapai.
Kalau keputusan sudah dilaksanakan dalam perbuatan kemauan, maka berakhirlah proses kemauan.sehubungan dengan keputusan kemauan ini akan berturut-turut dibicarakan tentang :
a.Keputusan Kata Hati yaitu keputusan yang timbul dari lubuk hati atau hati sanubari seseorang da mempunyai arti penting bagi pribadinya. Keputusan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
- bersifat subjektif dan individual artinya keputusan ini hanya sesuai dengan pribadinya saja, kemungkinan orang lain belum tentu sesuai dengan keputusan itu.
- bersifat kongkrit, artinya keputusan itu diambil dalam situasi tertentu pada saat itu.
- bertalian rapat dengan hidup pribadi seseorang, maka bagai manapun juga keputusan itu adalah yang paling cocok baginya dan akan dipertahankan dengan mempertaruhkan seluruh pribadinya.
b. Kemauan Perbuatan Kemauan Bertnggung Jawab
Dapat dirangkumkan seperti :
- secara kodrati sejak lahir kita ada hasyrat untuk hidup.
- Hasyrat itu bermacam-macam ragam, tetapi kesemuanya mengarah pada tercapainya tujuan guna mengapai hidupnya.
- Hasyrat yang menuju kepada pencapaian tujuan itu mengerakkan daya pikir dan pribadi, kemudian dipertimbangkan tujuan dan kemungkinan tercapainya tujuan itu.
- Sebelum terbentuknya keputusan kemauan dapat dipertimbangkan baik buruknya tujuan itu, Bgaimana jalan yang harus ditempuh, mungkin atau tindakan tujuan itu dicapai.
- Pada suatu ketika atas segala pertimbangan, keputusan diambil.
- Keputusan kemauan disertai perbuatan kemauan yang bertanggung jawab.
c. kemungkinan-kemunkinan perbuatan kemauan
1. Perasan puas yaitu kalau tujuannya dapat dicapai dengan hasil baik.
2. Perasaan tidak puas yaitu apabila tujuannya tidak dapat dicapai dengan baik.
3.Kemungkinan positif, kalau sudah demikian oarang mulai mengikat kembali alasan-alasan dan pertimbangan-pertimbangan yang telah dilakukan dan keputusan-keputusan yang telah ditempuh. Dengan pengalaman yang gagal itu akhirnya orang ingin membenarkan langkah-langkah yang salah dan ingin membetulkan diri.
4.kemungkinan negatif, kalau seseorang bersangkutan tidak mau belajar dari pengalaman-pengalaman yang lalu, tidak dapat menyadari kelemahan-kelemahan yang telah ditempuh. Akhirnya kalau sudah tidak mampu melihat kenyataan sebagai kenyataan, orang dapat terpesona dalam kekalutan batin dan perbuatan.
b. proses kemauan menurut Narcis Ach
Ia mengatakan, bahwa semua kemauan memperlihatkn 4 saat yaitu :
1 Saat Penerimaan pada saat ini oarang menerima kesan , kadang pengaruh penerimaan kesan itu sangat kuat, sehingga orang seolah-olah tidak dapat menahan terjadinya getaran, seperti mengerutkan kening, bibir berketap, tangan dikepal-kepalkan.
2 Saat Objektif pada saat ini orang sadar akan peristiwa dalam jiwanya, mulai terbayang pada sesuatu tujuan, merasa dirinya giat, menyadari akan arah yang akan dituju.
3 Saat Aktual pada saat ini orang menunjukkan pikirannya pada suatu arah tertentu dan seolah-olah merasakan perbuatan yang akan datang.
4 Saat Subjektif inilah saat orang mengambil keputusan , setelah keputusn ditetapkan biasanya dilanjutkan dengan perbuatan atau tindakan.

HASRAT YANG BERPUSAT PADA KEJASMANIAN

Gejala hasrat ini berhubungan dengan gerak dan perbuatan yang berpusat pada kejasmanian atau kewisayaan. Di antara gejala hasrat ini ada yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan, binatang maupun manusia.

1. Tropisme
Adalah peristiwa yang menyebabkan timbulnya gerak satu arah tertentu. Gejala tropisme terdapat pada barang-barang tingkat negatif (tumbuh-tumbuhan) dan animal (binatang). Misalnya buga menghadap mengarah sinar matahari, laron terbang menyongsong sinar dan lain-lain. Tropisme terjadi apabila mendapat perangsang dari luar. Dengan adanya jenis perangsang yang berbeda, maka tripisme dapat dibedakan menurut jenis perangsangnya, antapa lain
a. Foto-tropisme (fotos = cahaya).
Yaitu tropisme yang timbul karena adanya perangsang cahaya menurut arah geraknya, foto-tropisme dapat dibedakan atas :
- Foto-tropisme positif yaitu gerak mengarah cahaya.
- Foto-tropisme negatif, yaitu bergarak menghindar perangsang cahaya
b. Helio-tropisme ( helios = matahari).
Yaitu tropisme yang timbul karena adanya perangsang matahari. Menurut arah geraknya helio-tropisme dibedakan :
- Helio-tropisme positif yaitu bergerak mengarah matahari.
- Helio-tropisme negatif yaitu bergerak menghindari matahari.

2. Refleks
Refleks adalah gerak-reaksi yang tidak disadari terhadap perangsang.
a. Ciri-ciri refleks :
- pada gerak refleks terdapat hubungan erat antara perangsang dan reaksi, yakni reaksi terhadap perangsang itu.
- gerak refleks berlangsung di luar kesadaran.
- bersifat mekanis (bergerak dengan sendirinya).
- sangat terikat oleh perangsang tertentu.
- tidak berhubungan dengan pusat susunan urat saraf dan bertalian dengan urat saraf.
- gerak refleks merupakan cara bertindak tertentu yang dibawa sejak lahir.
b. Proses terjadinya gerak refleks :
Perangsang pancaindra – sel-sel syaraf sensoris – urat syaraf motorik –reaksi.
c. Macam-macam refleks :
- Refleks bawaan yakni refleks yang dibawa sejak lahir disebut juga refleks asli atau refleks sewajarnya. Berfungsi menjamin hidupnya makhluk yang baru lahir yang harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dan berguna untuk menghindarkan hal-hal yang tidak menyenangkan, misal : menutup mata karena menentang sinar yang sangat terang, gemetar karena lapar.
- Refleksi latihan yakni refleksi yang diperoleh dari pengalaman. Misal : kecakapan mengendarai sepeda, keterampilan mengemudi.
- Refleks bersyarat (conditioned reflex) yakni refleks yang tidak tergantung pada perangsang alam yang asli, tapi timbul karena rangsang lain yang berasosiasi dengan rangsang alam tersebut. Supaya timbul asosiasi dengan perangsang alam perlu adanya suatu perantara yang disebut syarat. Hal-hal yang dapat menimbulkan assosiasi hingga terjadi suatu refleks disebut syaraf atau kondisi. Misal : orang yang sedang haus, melihat buah asam air liurnya terus keluar.

3. instink
Yaitu kemampuan berbuat tertentu yang dibawa sejak lahir yang tertuju pada pemuasan dorongan-dorongan nafsu dan dorongan-dorongan lain.
a. ciri-ciri instink
- lebih majemuk dari pada refleks.
- tidak memerlukan latihan terlebih dulu.
- gerak instink merupakan pembawaan, kemampuan alami yang dibawa sejak lahir.
- berjalan secara mekanis (berjalan dengan sendirinya).
- berakar pada dorongan nafsu.
- gerak instink pada hewan tetap, tidak berubah, sedangkan pada manusia berubah.
4. Automatisme
Automatisme yaitu gejala-gejala yang menimbulkan gerak-gerak yang terselenggara dengan sendirinya.
a. Automatisme asli ialah gerak automatis yang tidak digerakkan oleh gejala hasyrat, misal : gerak jantung, paru-paru.
b. Automatisme latihan ialah gerak-gerak yang berjalan secara automatis karena seringnya gerak-gerak itu diulang, misal : berjalan, bersepeda, main piano, memetik guitar, menggosok biola, menulis, mengetik, dan lain-lain.

5. Kebiasaan
Kebiasaan adalah gerak perbuatan yang berjalan dengan lancar dan seolah-olah berjalan dengan sendirinya.

6. Nafsu
Nafsu ialah dorongan yang terdapat pada tiap-tiap manusia dan memberi kekuatan bertindak memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup yang tertentu.
Macam-macam nafsu
1.Nafsu indifidual (perseorangan), misalkan : nafsu makan, bermain, bertindak, merusak, berkelahi,. Berkuasa dan lain-lain.
2.Nafsu sosial (kemasyarakatan), misalkan : nafsu meniru, kawin, berkumpul dengan orang lain, berserikat, melindungi, mempetahankan diri, mencari ilmu, bersujud kepada tuhan dan lain-lain.

7. Keinginan
Keinginan ialah nafsu yang telah mempunyai arah tertentu dan tujuan tertentu. Misalkan : nafsu makan menimbulkan keinginan untuk makan sesuatu, nafsu kegiatan menimbulkan keinginan untuk mengerjakan sesuatu. Lawan dari keinginan adalah kesenganan.

8. Kecenderungan (tendency)
Kecenderunganm adalah keinginan-keinginan yang sering muncul atau timbul. Kecenderungan sama dengan kecondongan, kecenderungan dapat menimbulkan dasar kegemaran terhadap sesuatu.
a. kecenderungan vital (hayat) misal : lahap, gemar makan, gemar minuman keras, dan lain-lain.
b. Kecenderungan perseorangan, menimbulkan sifat-sifat loba, tamak, kikir, egoistis.
c. Kecenderungan abstrak, yang positif misalkan : taat pada tuhan, jujur, patuh, bertanggungjawab, dan lain-lain. Yang negatif misalkan : dusta, bohong, lancang dan lain-lain.

9. Hawa nafsu
Adalah kecenderungan atau keinginan yang sangat kuat dan mendesak yang sedikit banyak mempengaruhi jiwa seseorang. Ciri hawa nafsu adalah sebagai berikut :
a. perasaan sangat terpengaruh dan daya berfikir dapat dilumpuhkan.
b. Biasanya hawa nafsu disertai timbulnya kekuatan-kekuatan yang hebat.
Akibat timbulnya hawa nafsu tersebut hidup jasmani dan rohani menjadi kacau dan terganggu. Hawa nafsu yang banyak muncul antara lain : judi, birahi, nonton, minuman keras dan sebagainya.

Gejala-gejala Konasi

Dalam bab ini akan dibahas tenaga-tenaga yang menjelma didalam kelakuan atau perbuatan manusia. Tenaga-tenaga atau daya-daya itu sering disebut konasi, kehendak atau hasrat. Tenaga-tenaga yang kita ringkas dalam konasi itu sebagai suatu tenaga, suatu kekuatan yang mendorong kita supaya bergerak dan berbuat sesuatu.

1. Ciri-ciri hasrat
a.hasrat merupakan “motor“ pengerak perbuatan dan kelakuan manusia.
b.hasrat berhubungan erat dengan tujuan tertentu, baik positif maupun negatif. Positif berarti mencapai barang sesuatu yang dianggap berharga atau berguna baginya. Sedang negatif berarti menghindari sesuatu yang dianggap tidak mempunyai harga / guna baginya.
c.hasrat selamanya tidak terpisah dari gejala mengenal (kongnisi) dan perasaan (emosi). dengan kata lain : hasrat tidak bisa dipisah-pisahkan dengan pekerjaan jiwa yang lain.
d.hasrat diarahkan kepada penyelenggaraan sesuatu tujuan, maka didalam hasrat terdapat bibit-bibit penjelmaan kegiatan.

 

© Copyright Contoh PPID 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.